Membangun Kesehatan dari Rumah: Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Keluarga Indonesia

Oleh: Jesica Mulyadi . 31 Desember 2025 . 12:49:41

Gorontalo — Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas layanan kesehatan. Faktor perilaku dan lingkungan justru memegang peran yang jauh lebih besar. Salah satu pendekatan strategis yang terus didorong pemerintah adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama di tingkat rumah tangga. PHBS merupakan seperangkat kebiasaan dan tindakan sadar yang bertujuan menjaga serta meningkatkan kesehatan individu dan keluarga secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. Praktik sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban sehat, mengelola sampah dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi, hingga tidak merokok di dalam rumah terbukti berkontribusi besar dalam mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa penerapan PHBS masih menghadapi tantangan serius, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah dengan keterbatasan akses informasi kesehatan.

Potret Tantangan PHBS di Tingkat Rumah Tangga

Hasil observasi lapangan yang dilakukan di Desa Hutadaa, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan masih rendahnya praktik PHBS dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebagian besar rumah tangga masih memiliki kebiasaan merokok di dalam rumah, sanitasi yang belum layak, serta pengelolaan sampah yang kurang memadai. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit. Rendahnya penerapan PHBS tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya fasilitas, tetapi juga dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Banyak perilaku tidak sehat yang telah berlangsung lama dan dianggap sebagai kebiasaan normal, sehingga sulit diubah tanpa pendekatan edukatif yang tepat.

Edukasi Berbasis Komunitas sebagai Solusi

Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan edukasi PHBS berbasis rumah tangga sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 September 2025 dengan sasaran seluruh warga Desa Hutadaa. Metode yang digunakan mengedepankan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan langsung, presentasi visual, pemutaran video edukasi, serta diskusi interaktif. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia dan warga dengan tingkat pendidikan terbatas. Selain penyuluhan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan secara langsung.

Dampak Nyata Edukasi terhadap Perubahan Perilaku

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya PHBS. Warga mulai memahami kaitan antara kebiasaan sehari-hari dengan risiko penyakit yang dapat timbul di dalam keluarga. Praktik seperti mencuci tangan dengan benar, penggunaan jamban sehat, serta pentingnya konsumsi makanan bergizi menjadi topik yang paling banyak mendapat perhatian. Antusiasme warga dalam mengikuti diskusi menjadi indikator bahwa edukasi kesehatan yang disampaikan secara interaktif mampu menumbuhkan motivasi untuk berubah. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat, di mana perubahan perilaku lebih efektif ketika masyarakat terlibat aktif dan merasa memiliki peran dalam menjaga kesehatannya sendiri. Temuan ini menguatkan berbagai penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik PHBS, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses informasi kesehatan.

Tantangan Keberlanjutan dan Peran Kolaborasi

Meski edukasi memberikan dampak positif, perubahan perilaku sehat tidak dapat berdiri sendiri. Keberlanjutan PHBS sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan fisik dan sosial, seperti ketersediaan sarana sanitasi, fasilitas pengelolaan sampah, serta dukungan kebijakan di tingkat desa. Oleh karena itu, upaya edukasi perlu diikuti dengan pendampingan berkelanjutan, penguatan peran kader kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah desa, puskesmas, dan institusi pendidikan. Dengan dukungan yang konsisten, praktik PHBS dapat menjadi budaya hidup sehat yang mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Investasi Kesehatan Dimulai dari Rumah

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di tingkat rumah tangga merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat Indonesia. Edukasi kesehatan yang dilakukan secara partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal terbukti mampu menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat. Membangun kesehatan bangsa tidak selalu harus dimulai dari rumah sakit atau teknologi canggih. Justru, perubahan besar dapat dimulai dari rumah—melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

 

Author: Jesica Mulyadi, Sulaiman Putra Nagaring, Zuhriana K. Yusuf

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/damhil/article/view/35908/12267

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran