Membongkar Pintu Masuk Tuberkulosis: Peran Sel Khusus di Saluran Pernapasan

Oleh: Jesica Mulyadi . 9 Februari 2026 . 16:33:02

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian tuberkulosis (TB). Dengan jumlah kasus terbanyak kedua di dunia, penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis ini terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Selama ini, TB dikenal sebagai infeksi yang menyerang paru-paru melalui alveolus. Namun, temuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa proses infeksi bisa dimulai jauh lebih awal di lapisan mukosa saluran pernapasan. Penelitian terkini menyoroti peran Microfold cell (M cell), yaitu sel epitel khusus yang berada di saluran napas. Sel ini sebenarnya berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh, bertugas “mengambil” antigen asing dan menyampaikannya kepada sistem imun. Ironisnya, mekanisme protektif ini justru dapat dimanfaatkan oleh bakteri TB sebagai jalur masuk awal ke dalam tubuh.

Sel Penjaga yang Dieksploitasi Bakteri

Berbeda dengan sel epitel biasa, M cell memiliki permukaan tanpa lapisan lendir tebal dan kemampuan transpor partikel yang sangat aktif. Karakteristik inilah yang membuatnya rentan dieksploitasi oleh Mycobacterium tuberculosis. Melalui M cell, bakteri dapat melintasi lapisan epitel tanpa merusaknya, lalu mencapai jaringan limfoid di bawahnya yang kaya akan sel imun. Proses ini menunjukkan bahwa infeksi TB tidak selalu dimulai dari paru bagian dalam, melainkan bisa berawal dari interaksi awal bakteri dengan mukosa saluran napas atas. Temuan ini mengubah cara pandang lama tentang jalur patogenesis TB.

Kunci Molekuler: EsxA dan Reseptor SR-B1

Keberhasilan bakteri TB menembus M cell tidak terjadi secara kebetulan. Bakteri ini dibekali sistem molekuler canggih, salah satunya protein EsxA, yang disekresikan melalui Type VII Secretion System. Protein ini membantu bakteri menempel dan menembus sel inang. Di sisi lain, M cell memiliki reseptor penting bernama Scavenger Receptor Class B Type 1 (SR-B1). Interaksi antara EsxA dan SR-B1 terbukti menjadi langkah kunci yang menentukan apakah bakteri berhasil masuk ke jaringan tubuh. Ketika ekspresi SR-B1 menurun, kemampuan bakteri TB untuk menembus epitel juga ikut berkurang secara signifikan. Hal ini menegaskan bahwa kerentanan seseorang terhadap TB tidak hanya ditentukan oleh paparan bakteri, tetapi juga oleh faktor biologis di tingkat sel dan molekul.

Dampak terhadap Sistem Imun dan Penyebaran Penyakit

Masuknya bakteri TB melalui M cell memberi dampak besar terhadap respons imun tubuh. Akses awal ke jaringan limfoid memungkinkan bakteri berinteraksi dengan sel imun lebih dini, yang dapat memengaruhi jalannya penyakit. Mekanisme ini diduga berperan dalam terjadinya penyebaran dini TB, termasuk kasus TB ekstra-paru, meskipun jumlah bakteri yang terhirup relatif sedikit.

Harapan Baru untuk Pencegahan TB

Pemahaman baru mengenai peran M cell, protein EsxA, dan reseptor SR-B1 membuka peluang besar dalam pengembangan strategi pencegahan berbasis mukosa, seperti vaksin inhalasi atau terapi imun yang menargetkan tahap paling awal infeksi. Meski sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan, arah riset ini dinilai sangat menjanjikan. Para peneliti menekankan pentingnya studi lanjutan berbasis jaringan manusia untuk memastikan temuan ini dapat diterapkan secara klinis. Jika berhasil, pendekatan ini berpotensi menjadi terobosan baru dalam upaya memutus rantai penularan TB di Indonesia dan dunia.

Source: https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9936/6751

Author: Siti Ma'rifah Ramadhani, Putri Etango, Alifah Hilwa Zakiyah, Dyvi Briliani Putri Mardjun, Farras Daffa Pakudu, Abdi Dzul Ikram Hasanuddin M. Biomed

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran