
Tidur sering dianggap sebagai aktivitas sederhana yang hanya berfungsi untuk mengistirahatkan tubuh. Namun, bagi mahasiswa, tidur memiliki peran yang jauh lebih penting. Kualitas tidur yang baik tidak hanya membantu tubuh pulih dari kelelahan, tetapi juga berperan besar dalam menjaga fungsi otak, termasuk kemampuan untuk berkonsentrasi saat belajar. Dalam kehidupan mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran, tuntutan akademik yang tinggi sering kali membuat waktu tidur menjadi berkurang. Banyak mahasiswa yang harus belajar hingga larut malam, mengerjakan tugas, atau mempersiapkan ujian. Kebiasaan tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi kualitas tidur dan berdampak pada kemampuan mereka untuk fokus saat mengikuti perkuliahan.
Penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan daya konsentrasi belajar. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kualitas tidur yang kurang baik, dan kondisi ini berkaitan dengan tingkat konsentrasi yang tidak optimal saat belajar. Dalam penelitian tersebut, sebanyak 128 mahasiswa menjadi responden penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 68 persen mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk. Sementara itu, sebagian besar responden menunjukkan tingkat konsentrasi pada kategori sedang. Analisis statistik juga menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dan daya konsentrasi dengan nilai p sebesar 0,032. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas tidur berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan fokus saat belajar.
Kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kebiasaan belajar hingga larut malam sebagai persiapan menghadapi ujian atau menyelesaikan tugas. Selain itu, aktivitas lain seperti penggunaan gawai, menonton film, atau bermain permainan hingga larut malam juga dapat mengganggu pola tidur. Kondisi stres akademik yang dialami mahasiswa juga turut memengaruhi kualitas tidur mereka. Secara fisiologis, tidur yang berkualitas dipengaruhi oleh keseimbangan hormon dalam tubuh, seperti hormon melatonin dan serotonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Ketika seseorang mengalami gangguan tidur atau tidur yang tidak berkualitas, keseimbangan hormon tersebut dapat terganggu. Akibatnya, seseorang dapat merasa lelah, mengantuk di siang hari, serta mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi.
Penurunan konsentrasi tidak hanya memengaruhi proses belajar, tetapi juga dapat berdampak pada prestasi akademik mahasiswa. Konsentrasi merupakan kemampuan seseorang untuk memusatkan perhatian pada suatu kegiatan tanpa terganggu oleh hal lain. Jika kemampuan ini menurun, proses pembelajaran menjadi kurang efektif karena mahasiswa tidak mampu memahami materi secara optimal. Menariknya, penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk lebih banyak ditemukan pada mahasiswa perempuan. Hal ini berkaitan dengan faktor hormonal yang dapat memengaruhi ritme biologis tubuh, sehingga perempuan lebih rentan mengalami gangguan tidur. Selain itu, usia mahasiswa yang berada pada tahap dewasa muda juga membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang kurang teratur, seperti begadang atau pola makan yang tidak sehat.
Berdasarkan temuan penelitian tersebut, penting bagi mahasiswa untuk mulai memperhatikan kualitas tidur mereka. Menjaga pola tidur yang teratur, mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu waktu istirahat, serta mengelola stres akademik dengan baik dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, mahasiswa dapat memiliki konsentrasi yang lebih baik sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.
Pada akhirnya, kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting yang sering kali diabaikan dalam kehidupan mahasiswa. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas dapat menjadi kunci untuk meningkatkan konsentrasi, menjaga kesehatan mental, serta mendukung keberhasilan akademik. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang sehat bukan hanya penting bagi kesehatan tubuh, tetapi juga bagi keberhasilan dalam menempuh pendidikan. Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/axon/article/view/29318/pdf
Author: Indah Pibrian Balqis, Muhammad Isman Jusuf, Sri Manovita Pateda, Yuniarty Antu, Cecy Rahma Karim
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran