Mengatasi Ngompol dan Tantangan Toilet Training pada Balita: Mengapa Video Animasi Lebih Efektif bagi Ibu?

Oleh: Jesica Mulyadi . 9 Juni 2026 . 18:33:03

Masa balita (usia 1–3 tahun) merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa depan. Salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai anak pada fase ini adalah toilet training, yaitu proses melatih anak untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet secara mandiri agar tidak lagi bergantung pada penggunaan popok sekali pakai (diapers). Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa melatih toilet training bukanlah perkara mudah. Banyak orang tua menghadapi kebiasaan anak yang buang air sembarangan, baik saat bermain maupun tidur. Berdasarkan data nasional, diperkirakan ada sekitar 75 juta anak balita yang masih kesulitan mengontrol buang air. Kegagalan dalam proses ini tidak boleh disepelekan, karena dapat memicu masalah kesehatan fisik dan psikologis pada anak, seperti infeksi saluran kemih, sembelit (konstipasi), hingga penolakan ekstrem untuk pergi ke toilet. Salah satu pemicu utama kegagalan ini adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara dan kesiapan toilet training. Banyak ibu yang belum memahami kapan anak siap secara fisik dan psikologis, serta bagaimana teknik melatihnya secara benar. Untuk menjembatani masalah ini, diperlukan media edukasi kesehatan yang menarik dan mudah dicerna, salah satunya melalui metode Modeling Video Animasi. Artikel ini akan mengulas bagaimana efektivitas penggunaan video animasi dalam melejitkan pemahaman para ibu mengenai toilet training, berdasarkan studi yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Suwawa Tengah.

Potret Awal: Mengapa Pengetahuan Ibu Masih Kurang?

Sebelum diberikan materi edukasi, mayoritas ibu di kedua kelompok berada dalam kategori pengetahuan kurang (79,17% pada kelompok intervensi dan 87,5% pada kelompok kontrol). Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan sebagian besar ibu yang berada di tingkat dasar hingga menengah (SD dan SMP), ditambah kesibukan mereka sebagai ibu rumah tangga yang harus membagi waktu untuk mengurus seluruh anggota keluarga. Akibatnya, informasi yang benar mengenai tahapan, benchmarks keberhasilan, serta dampak toilet training belum tersampaikan dengan optimal.

Lonjakan Pemahaman Setelah Menonton Video Animasi

Setelah kelompok intervensi menonton video animasi yang menampilkan karakter-karakter lucu dan langkah-langkah toilet training yang sistematis, terjadi perubahan yang sangat signifikan:

  1. Ibu dengan pengetahuan kurang menyusut drastis dari 19 orang menjadi tersisa 5 orang saja.
  2. Jumlah ibu dengan pengetahuan cukup melonjak dari 4 orang menjadi 12 orang.
  3. Ibu dengan pengetahuan baik meningkat dari hanya 1 orang menjadi 7 orang.
  4. Sebaliknya, pada kelompok kontrol yang hanya mendengarkan ceramah biasa tanpa alat bantu visual, peningkatan pengetahuan berjalan lambat dan sangat terbatas. Masih ada 18 ibu (75%) yang tetap berada di kategori pengetahuan kurang.

Mengapa Video Animasi Jauh Lebih Unggul?

Secara statistik, skor rata-rata pengetahuan kelompok video animasi melompat dari 6,95 menjadi 10,71. Analisis data membuktikan nilai p-value < 0,001 (artinya ada pengaruh yang sangat nyata). Video animasi terbukti menghasilkan peningkatan pengetahuan yang jauh lebih tinggi dengan selisih nilai keunggulan sebesar 1,833 poin dibandingkan dengan metode ceramah. Ada beberapa alasan logis mengapa video animasi begitu disukai dan efektif bagi semua kalangan:

  1. Melibatkan Banyak Indra Sekaligus: Kombinasi visual (gambar) dan audio (suara) merangsang indra penglihatan dan pendengaran secara bersamaan, membuat informasi lebih cepat diserap dan bertahan lama di memori.
  2. Mengurangi Salah Paham: Langkah-langkah konkret toilet training (seperti tanda anak ingin pipis, cara mendudukkan anak di toilet) divisualisasikan dengan jelas sehingga tidak abstrak dan mudah ditiru.
  3. Menghibur dan Menghilangkan Kebosanan: Karakter animasi yang lucu membuat ibu tetap fokus, rileks, dan termotivasi saat belajar, meskipun ia memiliki keterbatasan dalam pendidikan formal.

Metode modeling video animasi terbukti secara ilmiah sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman para ibu mengenai toilet training pada balita dibandingkan dengan metode ceramah tradisional. Video animasi mampu menyederhanakan materi medis dan prosedural yang rumit menjadi tayangan yang konkret, memikat, dan mudah dipraktikkan di rumah.

Sources: https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IJHESS/article/view/10653/7137

Authors: Yulisti H. Igirisa, Sri A. Ibrahim, Cindy Puspita Sari Haji Jafar

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran