Masa balita (usia 1–3 tahun) merupakan periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa depan. Salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai anak pada fase ini adalah toilet training, yaitu proses melatih anak untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet secara mandiri agar tidak lagi bergantung pada penggunaan popok sekali pakai (diapers). Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa melatih toilet training bukanlah perkara mudah. Banyak orang tua menghadapi kebiasaan anak yang buang air sembarangan, baik saat bermain maupun tidur. Berdasarkan data nasional, diperkirakan ada sekitar 75 juta anak balita yang masih kesulitan mengontrol buang air. Kegagalan dalam proses ini tidak boleh disepelekan, karena dapat memicu masalah kesehatan fisik dan psikologis pada anak, seperti infeksi saluran kemih, sembelit (konstipasi), hingga penolakan ekstrem untuk pergi ke toilet. Salah satu pemicu utama kegagalan ini adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai cara dan kesiapan toilet training. Banyak ibu yang belum memahami kapan anak siap secara fisik dan psikologis, serta bagaimana teknik melatihnya secara benar. Untuk menjembatani masalah ini, diperlukan media edukasi kesehatan yang menarik dan mudah dicerna, salah satunya melalui metode Modeling Video Animasi. Artikel ini akan mengulas bagaimana efektivitas penggunaan video animasi dalam melejitkan pemahaman para ibu mengenai toilet training, berdasarkan studi yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Suwawa Tengah.
Potret Awal: Mengapa Pengetahuan Ibu Masih Kurang?
Sebelum diberikan materi edukasi, mayoritas ibu di kedua kelompok berada dalam kategori pengetahuan kurang (79,17% pada kelompok intervensi dan 87,5% pada kelompok kontrol). Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan sebagian besar ibu yang berada di tingkat dasar hingga menengah (SD dan SMP), ditambah kesibukan mereka sebagai ibu rumah tangga yang harus membagi waktu untuk mengurus seluruh anggota keluarga. Akibatnya, informasi yang benar mengenai tahapan, benchmarks keberhasilan, serta dampak toilet training belum tersampaikan dengan optimal.
Lonjakan Pemahaman Setelah Menonton Video Animasi
Setelah kelompok intervensi menonton video animasi yang menampilkan karakter-karakter lucu dan langkah-langkah toilet training yang sistematis, terjadi perubahan yang sangat signifikan:
Mengapa Video Animasi Jauh Lebih Unggul?
Secara statistik, skor rata-rata pengetahuan kelompok video animasi melompat dari 6,95 menjadi 10,71. Analisis data membuktikan nilai p-value < 0,001 (artinya ada pengaruh yang sangat nyata). Video animasi terbukti menghasilkan peningkatan pengetahuan yang jauh lebih tinggi dengan selisih nilai keunggulan sebesar 1,833 poin dibandingkan dengan metode ceramah. Ada beberapa alasan logis mengapa video animasi begitu disukai dan efektif bagi semua kalangan:
Metode modeling video animasi terbukti secara ilmiah sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman para ibu mengenai toilet training pada balita dibandingkan dengan metode ceramah tradisional. Video animasi mampu menyederhanakan materi medis dan prosedural yang rumit menjadi tayangan yang konkret, memikat, dan mudah dipraktikkan di rumah.
Sources: https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IJHESS/article/view/10653/7137
Authors: Yulisti H. Igirisa, Sri A. Ibrahim, Cindy Puspita Sari Haji Jafar
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran