GORONTALO – Operasi usus buntu atau apendektomi merupakan salah satu prosedur bedah darurat yang paling umum dilakukan. Namun, tantangan terbesar bagi pasien setelah keluar dari ruang operasi bukanlah prosedurnya, melainkan bagaimana mengelola nyeri pascabedah yang sering kali mengganggu proses pemulihan. Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo memberikan wawasan penting mengenai pola pemberian obat pereda nyeri (analgesik) pada pasien apendisitis akut selama tiga hari pertama masa pemulihan.
Tiga Hari Krusial: Menjinakkan Ambang Nyeri
Penelitian yang melibatkan puluhan pasien di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe ini menemukan bahwa manajemen nyeri yang tepat pada 72 jam pertama sangat menentukan kenyamanan pasien. Data menunjukkan bahwa dokter cenderung menggunakan strategi "serangan ganda" untuk memastikan pasien tidak tersiksa oleh nyeri pascasayatan bedah.
Ketorolac dan Paracetamol: Duet Andalan
Temuan menarik dari studi ini adalah dominasi penggunaan obat jenis ketorolac dan paracetamol melalui infus (intravena). Ketorolac (golongan NSAID) digunakan karena kekuatannya dalam meredam peradangan dan nyeri hebat pada hari pertama. Paracetamol tetap menjadi pilihan utama yang aman untuk menjaga ambang nyeri tetap rendah secara konsisten. Opini ilmiah dalam studi ini menekankan bahwa kombinasi kedua obat ini bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi medis untuk meminimalkan dosis masing-masing obat sehingga mengurangi risiko efek samping pada lambung maupun ginjal, namun tetap memberikan efek antinyeri yang maksimal.
Konsistensi adalah Kunci Pemulihan
Riset mencatat bahwa pola penggunaan analgesik cenderung stabil dari hari pertama hingga hari ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa tim medis di Gorontalo sangat berhati-hati dalam memastikan pasien benar-benar stabil sebelum dosis obat mulai dikurangi. "Manajemen nyeri yang konsisten memungkinkan pasien untuk mulai bergerak lebih awal (mobilisasi dini), yang pada akhirnya mempercepat penyembuhan luka dan kepulangan pasien dari rumah sakit," tulis peneliti dalam laporannya.
Edukasi bagi Pasien: Jangan Takut Melapor Nyeri
Artikel ini juga membawa pesan edukasi penting bagi masyarakat. Sering kali pasien merasa harus "menahan nyeri" karena dianggap sebagai bagian alami dari operasi. Namun, secara medis, nyeri yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan stres tubuh dan memperlambat pemulihan. Melalui studi ini, dunia medis diingatkan kembali bahwa pilihan jenis obat yang tepat, waktu pemberian yang disiplin, dan pengawasan ketat terhadap efek samping adalah standar emas dalam perawatan pascabedah usus buntu.
Author: Raihan Syaban Asy’ari1, Sitti Rahma, Febi Iswandi Suarno Tabi, Edwina R Monayo, Romy Abdul
Sources: https://www.jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/2504
#FKUNG
#kedokteranung