
Gorontalo – Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, memberikan penguatan kapasitas hak asasi manusia (HAM) kepada mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam kunjungan kerja yang berlangsung, Rabu (1/4). Kegiatan yang dikemas dalam dialog strategis dan orasi ilmiah tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen, serta ribuan mahasiswa. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong internalisasi nilai-nilai HAM di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor UNG, Eduart Wolok, menyatakan kehadiran Menteri HAM memberikan dorongan signifikan bagi penguatan karakter mahasiswa. “Ini momentum penting untuk meneguhkan komitmen kampus dalam mengintegrasikan nilai-nilai HAM ke dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Natalius Pigai menekankan bahwa HAM merupakan fondasi utama dalam menjaga keadilan dan martabat manusia. Ia mengingatkan bahwa pemahaman HAM harus dimiliki mahasiswa sebagai bekal menghadapi dinamika sosial di era digital. Mahasiswa, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong kesadaran dan penegakan HAM, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas, termasuk dalam mencegah praktik perundungan dan diskriminasi.
Kegiatan ini mempertegas sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat literasi HAM, sekaligus menempatkan kampus sebagai ruang strategis dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran