Merokok dan Risiko Tersembunyi pada Petani: Paru-Paru Terancam dari Rokok dan Lingkungan Kerja

Oleh: Jesica Mulyadi . 10 April 2026 . 17:20:37

Kebiasaan merokok masih menjadi persoalan serius di Indonesia, terutama pada kelompok pekerja seperti petani. Sebuah penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo mengungkap fakta penting: semakin tinggi intensitas merokok, semakin besar risiko gangguan fungsi paru, khususnya pada petani yang juga terpapar debu dan bahan kimia pertanian .

Paparan Ganda yang Sering Diabaikan

Paru-paru memiliki peran vital dalam tubuh, yakni sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Ketika fungsi paru terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan pada kesehatan, tetapi juga pada kemampuan bekerja dan kualitas hidup seseorang. Pada petani, risiko ini menjadi lebih besar. Selain merokok, mereka juga setiap hari terpapar debu organik, pestisida, dan bahan kimia lainnya. Kombinasi ini mempercepat kerusakan paru-paru karena memicu peradangan kronis dan stres oksidatif dalam saluran napas .

Hasil Penelitian: Lebih dari Separuh Mengalami Gangguan Paru

Penelitian yang dilakukan pada 33 petani di Kelurahan Dembe Jaya, Gorontalo, menunjukkan hasil yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 57,6% responden mengalami gangguan fungsi paru, dengan sebagian besar berupa pola obstruktif atau penyempitan saluran napas. Dari sisi kebiasaan merokok:

  • Perokok ringan sebagian besar masih memiliki fungsi paru normal
  • Perokok sedang mulai menunjukkan gangguan
  • Perokok berat didominasi oleh gangguan fungsi paru
  • Bahkan, dari 12 perokok berat, hanya 2 orang yang masih memiliki fungsi paru normal. Sisanya sudah mengalami gangguan .

Analisis statistik juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara derajat merokok dan fungsi paru (p-value = 0,020), yang berarti semakin tinggi intensitas merokok, semakin besar risiko kerusakan paru.

Lama Kerja dan Usia Memperparah Kondisi

Faktor lain yang memperburuk kondisi adalah lamanya bekerja sebagai petani. Penelitian menemukan bahwa seluruh responden dengan masa kerja lebih dari 20 tahun mengalami gangguan fungsi paru. Begitu pula dengan usia. Petani yang lebih tua cenderung memiliki fungsi paru yang lebih buruk dibandingkan dengan kelompok usia muda. Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan paru terjadi secara perlahan akibat paparan jangka panjang.

Merokok Bukan Sekadar Kebiasaan

Dalam kehidupan sehari-hari, merokok sering dianggap sebagai bagian dari rutinitas, bahkan menjadi teman kerja bagi petani untuk mengurangi lelah. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut memiliki dampak serius. Asap rokok mengandung ribuan zat berbahaya yang dapat merusak jaringan paru, menyebabkan peradangan, hingga menurunkan elastisitas paru. Jika dikombinasikan dengan paparan debu dan pestisida, efeknya menjadi jauh lebih berbahaya.

Upaya Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Para peneliti menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan petani, antara lain:

  • Mengurangi atau berhenti merokok
  • Menggunakan alat pelindung diri saat bekerja
  • Melakukan pemeriksaan fungsi paru secara rutin
  • Meningkatkan edukasi kesehatan di masyarakat
  • Selain itu, fasilitas kesehatan diharapkan lebih aktif melakukan skrining dan penyuluhan, terutama pada kelompok pekerja berisiko tinggi.

Kesimpulan: Ancaman Nyata yang Bisa Dicegah

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa gangguan paru bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan kombinasi kebiasaan dan lingkungan kerja. Pada petani, merokok mempercepat kerusakan yang sebenarnya sudah dipicu oleh paparan sehari-hari di lahan. Dengan kata lain, risiko ini sebenarnya bisa dicegah, asalkan ada kesadaran untuk mengubah kebiasaan dan meningkatkan perlindungan diri sejak dini.

Author: Muhammad Raihan Laide, Sri Manovita Pateda, Sri Andriani Ibrahim, Muhammad Isman Jusuf, Mohammad Zukri Antuke

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/36262/pdf

#FKUNG

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran