Gorontalo — Banjir kini tidak lagi dipandang semata sebagai bencana alam, melainkan telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini, sebagaimana ditegaskan Departemen Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG).
Berdasarkan materi edukasi mitigasi banjir yang disusun FK UNG, sekitar 90 persen bencana alam di Indonesia didominasi oleh banjir dan longsor. Gorontalo sendiri termasuk wilayah yang rawan mengalami genangan musiman, yang kerap berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar serta kondisi kesehatan siswa. “Banjir bukan hanya merusak rumah dan fasilitas pendidikan, tetapi juga memicu berbagai penyakit pascabencana seperti diare, ISPA, dan leptospirosis, serta menimbulkan trauma psikologis yang mengganggu proses belajar anak,” demikian penegasan dalam materi mitigasi tersebut.
Sekolah di Garis Depan Risiko BencanaFK UNG menjelaskan, banjir terjadi akibat meluapnya air yang melebihi kapasitas sungai, drainase, maupun daya serap tanah. Faktor pemicu utamanya meliputi curah hujan tinggi, saluran air yang tersumbat sampah, penebangan hutan liar, pemukiman di bantaran sungai, serta dominasi permukaan tanah kedap air seperti aspal dan beton. Dampak banjir di lingkungan pendidikan sangat signifikan. Sekolah terendam, akses jalan terputus, listrik padam, hingga meningkatnya risiko penyakit dan gangguan psikososial pada siswa. Kondisi ini menegaskan bahwa sekolah tidak boleh hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang aman yang siap menghadapi bencana.
Mitigasi Terstruktur: Dari Pencegahan hingga PemulihanDalam upaya menekan risiko, FK UNG menekankan pentingnya mitigasi banjir yang dilakukan secara terstruktur dalam tiga fase utama.
Edukasi Interaktif untuk Bangun Kesadaran AnakMenariknya, materi mitigasi banjir FK UNG juga dikemas secara komunikatif dan ramah anak melalui simulasi, permainan edukatif, serta cerita interaktif seperti kisah “Banjir Pagi Itu”. Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran sejak dini bahwa barang dapat diganti, tetapi keselamatan tidak. Melalui metode ini, siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dilatih untuk bereaksi cepat, tepat, dan aman saat menghadapi situasi darurat.
Investasi Keselamatan Generasi Masa DepanFK UNG menilai, edukasi mitigasi banjir di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi generasi muda. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa, kerugian materi, serta gangguan pendidikan akibat banjir dapat ditekan secara signifikan. Mitigasi bencana, menurut FK UNG, bukan sekadar program tambahan, melainkan kebutuhan mendesak. Keselamatan siswa dan keberlangsungan pendidikan harus menjadi prioritas bersama di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi.
Source: Kelompok III, Stase IKKB Profesi Dokter
Pembimbing: Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran