
Universitas Negeri Gorontalo kembali menghadirkan temuan ilmiah menarik melalui penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran mengenai hubungan ketajaman penglihatan dengan hasil ujian praktikum histologi pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini memberikan wawasan bahwa performa akademik mahasiswa ternyata tidak hanya ditentukan oleh kondisi penglihatan, tetapi juga dipengaruhi oleh banyak faktor lain dalam proses pembelajaran. Penelitian berjudul: The Relationship Between Visual Acuity and Histology Practical Exam Results in Medical Students dilakukan oleh Rifa Azzahra Wardhany bersama tim peneliti Fakultas Kedokteran UNG. Studi ini bertujuan menganalisis apakah ketajaman penglihatan mahasiswa memiliki hubungan dengan hasil ujian praktikum histologi, salah satu mata kuliah dasar penting dalam pendidikan kedokteran.
Dalam dunia pendidikan kedokteran, mahasiswa dituntut untuk membaca dalam jarak dekat dalam waktu lama, baik saat mempelajari buku, menggunakan gadget, maupun mengamati preparat mikroskopis di laboratorium histologi. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan mata bekerja lebih keras melalui proses akomodasi, sehingga berisiko menimbulkan kelelahan mata dan gangguan ketajaman penglihatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG angkatan 2022. Sebanyak 40 mahasiswa menjadi responden penelitian, terdiri dari 20 mahasiswa pengguna alat bantu penglihatan seperti kacamata dan 20 mahasiswa tanpa alat bantu penglihatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara ketajaman penglihatan dan nilai ujian praktikum histologi. Uji statistik Spearman menghasilkan nilai p sebesar 0,701 atau lebih besar dari 0,05, yang berarti kualitas penglihatan mahasiswa tidak berkorelasi secara langsung dengan hasil ujian praktikum histologi mereka. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam praktikum tidak hanya ditentukan oleh kemampuan melihat preparat melalui mikroskop, tetapi juga dipengaruhi oleh motivasi belajar, kemampuan intelektual, metode pembelajaran, kualitas pengajar, hingga fasilitas pendidikan yang tersedia.
Meski demikian, penelitian tetap menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mata di kalangan mahasiswa. Kebiasaan membaca terlalu dekat, penggunaan gadget dalam waktu lama, dan aktivitas akademik yang intensif tetap dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan istirahat mata yang cukup. Penelitian ini juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam menyediakan fasilitas pembelajaran yang mendukung mahasiswa, termasuk bagi mahasiswa dengan gangguan penglihatan. Dosen dan universitas dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan metode pembelajaran yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.
Melalui hasil penelitian ini, Fakultas Kedokteran UNG berharap kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan mata semakin meningkat, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa prestasi akademik dibangun melalui kombinasi kemampuan, motivasi, lingkungan belajar, dan dukungan pendidikan yang baik.
Author: Rifa Azzahra Wardhany, Abdi Dzul Ikram Hasanuddin, Naning Suleman, Sri Andriani Ibrahim, Trinny Tuna, Cecy Rahma Karim, Kuni Zakiyyah Sumargo, Andin Zahrani Pateda, Vivien Novarina A Kasim
Sources: https://www.atlantis-press.com/proceedings/icei-24/126009665
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran