Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) bersama Penyelenggara Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (PUKMPPD) menyelenggarakan Sarasehan Ketua Program Studi Kedokteran Jenjang S1 dan Profesi sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi, komunikasi, serta penyelarasan kebijakan pendidikan kedokteran di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat – Sabtu (19-20/9) yang bertempat di Hotel Santika Premiere Jl. Pandanaran No. 116 – 120 Pekunden, Semarang dengan menghadirkan ketua program studi kedokteran sarjana dan profesi, pengurus AIPKI, serta perwakilan PUKMPPD. Sarahseran ini dilakukan untuk melakukan kolaborasi yang diharapkan bermanfaat dalam penanganan masalah pendidikan di tiap institusi.
Ketua PUKMPPD, dr. Beta Ahlam Gizela, DFM., Sp. FM., Subsp. FK (K), dalam sambutannya mengatakan bahwa Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dan kualitas pendidikan saling terikat. “Keberhasilan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) tidak terlepas dari kualitas proses pendidikan yang diberikan oleh program studi. Kami berharap hasil sarasehan ini dapat membantu penyempurnaan strategi pembelajaran di setiap program studi, sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi ujian nasional dengan hasil yang optimal. Oleh karena itu, sinergi yang terjalin melalui sarasehan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas lulusan dokter di Indonesia,” ujarnya.
Ketua AIPKI, Prof.Dr.dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K) menekankan bahwa kegiatan sarasehan sebagai wadah untuk berbagi pengalaman, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah bersama dalam peningkatan mutu pendidikan kedokteran. “Sarasehan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara program studi, AIPKI, dan PUKMPPD, dalam melahirkan lulusan dokter yang berkualitas, kompeten, dan siap bersaing di tingkat global. Melalui forum ini, kita bisa menyamakan persepsi dan merumuskan strategi bersama, terutama dalam menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD),” ungkapnya.
Sarasehan kali ini membahas sejumlah isu penting dalam pengelolaan program studi kedokteran jenjang S1 dan Profesi, seperti : FGD Need Assessment: Identifikasi peran Kaprodi dan program peningkatan kualitas pendidikan kedokteran, Pengembangan Konsorsium Bank Soal, Pengembangan Portfolio, meliputi: peran portofolio dalam pembelajaran dan penilaian, pengembangan portofolio, dan best practice implementasi portofolio, Program Pembimbingan Mahasiswa Akhir Masa Studi, FGD Rencana Pengembangan Program Pendidikan Kolaboratif 3 tahun (Outline), Paparan Hasil Diskusi Rencana Pengembangan Program Pendidikan Kolaboratif dari tiap kelompok. Diskusi perumusan Rencana Program untuk didetailkan, FGD Rencana Pengembangan Program Pendidikan Kolaboratif 3 tahun, Rencana Tindak Lanjut, dan Social Program,
Selain diskusi panel, acara juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para ketua program studi dapat menyampaikan permasalahan, tantangan, maupun gagasan solusi yang dihadapi di masing-masing institusi. Menutup rangkaian acara, AIPKI dan PUKMPPD menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti hasil sarasehan melalui penyusunan rekomendasi resmi yang akan dibagikan kepada seluruh fakultas kedokteran di Indonesia. Rekomendasi ini diharapkan menjadi pedoman bersama dalam pengembangan pendidikan kedokteran yang bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu menghasilkan dokter yang kompeten, profesional, dan beretika.
Dengan terselenggaranya sarasehan ini, FK UNG berharap dapat tercipta kolaborasi yang semakin erat antara AIPKI, PUKMPPD, dan seluruh program studi kedokteran di Indonesia. Kebersamaan ini diyakini menjadi kunci dalam mencetak generasi dokter yang siap menghadapi tantangan global di bidang kesehatan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran