Penyakit Ginjal Kronis Mengintai Masyarakat Indonesia: Hipertensi Jadi Faktor Risiko Terbesar

Oleh: Jesica Mulyadi . 7 Juni 2026 . 13:23:06

Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara perlahan dan berlangsung dalam jangka waktu lama, sehingga ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh secara optimal. Yang mengkhawatirkan, banyak penderita tidak menyadari kerusakan ginjal yang dialaminya karena penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi ginjal sudah berada pada stadium lanjut dan membutuhkan terapi cuci darah atau hemodialisis. Menurut laporan Global Burden of Disease, penyakit ginjal kronis saat ini termasuk salah satu penyebab kematian utama di dunia dan diperkirakan akan terus meningkat dalam dua dekade mendatang.

Beban Penyakit Ginjal di Indonesia Terus Meningkat

Indonesia juga menghadapi peningkatan jumlah penderita penyakit ginjal kronis. Data registrasi nasional menunjukkan bahwa lebih dari 150 ribu pasien menjalani hemodialisis secara rutin. Bahkan, penyakit ginjal kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif akibat meningkatnya kasus hipertensi, diabetes melitus, pola makan tidak sehat, merokok, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup modern lainnya. Di Provinsi Gorontalo, jumlah penderita penyakit ginjal kronis terus menunjukkan peningkatan. Kondisi ini terlihat dari meningkatnya jumlah pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut.

Penelitian di Gorontalo Ungkap Faktor Risiko Utama

Penelitian yang dilakukan pada 53 pasien hemodialisis di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien sudah berada pada stadium lanjut penyakit ginjal ketika menjalani pengobatan. Analisis penelitian menemukan beberapa faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit ginjal kronis, yaitu:

  1. Usia
  2. Riwayat keluarga penyakit ginjal
  3. Riwayat infeksi saluran kemih
  4. Penyakit jantung
  5. Diabetes melitus
  6. Hipertensi
  7. Kebiasaan merokok
  8. Konsumsi minuman berenergi

Namun, setelah dilakukan analisis lanjutan, terdapat empat faktor yang terbukti paling berpengaruh terhadap terjadinya penyakit ginjal kronis stadium lanjut, yaitu usia, riwayat keluarga penyakit ginjal, penyakit jantung, dan hipertensi.

Hipertensi Menjadi Faktor Risiko Terkuat

Dari seluruh faktor yang diteliti, hipertensi atau tekanan darah tinggi ditemukan sebagai faktor yang paling dominan berhubungan dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan tersebut menyebabkan kemampuan ginjal menyaring darah semakin menurun hingga akhirnya terjadi gagal ginjal. Sayangnya, hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun sampai muncul komplikasi serius. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang tidak dapat diperbaiki. Para peneliti menegaskan bahwa pengendalian tekanan darah hingga berada dalam batas normal dapat memperlambat progresivitas penyakit ginjal kronis secara signifikan.

Faktor Keturunan Juga Perlu Diwaspadai

Penelitian ini juga menemukan bahwa seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama. Faktor genetik dapat memengaruhi struktur maupun fungsi ginjal sehingga seseorang menjadi lebih rentan terhadap kerusakan ginjal. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan penyakit ginjal disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala meskipun belum mengalami keluhan.

Penyakit Jantung dan Ginjal Saling Berkaitan

Hubungan antara penyakit jantung dan ginjal juga menjadi salah satu temuan penting dalam penelitian ini. Pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung lebih banyak ditemukan pada kelompok penyakit ginjal stadium lanjut. Para ahli menjelaskan bahwa jantung dan ginjal memiliki hubungan yang sangat erat. Ketika fungsi jantung terganggu, aliran darah ke ginjal ikut menurun sehingga mempercepat kerusakan ginjal. Sebaliknya, gangguan ginjal juga dapat memperberat kerja jantung. Kondisi ini dikenal sebagai cardiorenal syndrome, yaitu gangguan yang terjadi akibat interaksi antara penyakit jantung dan penyakit ginjal.

Gaya Hidup Tidak Sehat Tetap Berbahaya

Penelitian juga menemukan bahwa kebiasaan merokok dan konsumsi minuman berenergi memiliki hubungan dengan penyakit ginjal kronis pada analisis awal. Meskipun pengaruhnya tidak lagi signifikan setelah memperhitungkan faktor lain, kedua kebiasaan tersebut tetap berpotensi memperburuk kesehatan ginjal. Merokok dapat meningkatkan stres oksidatif, merusak pembuluh darah, dan mempercepat penurunan fungsi ginjal. Sementara itu, konsumsi minuman berenergi secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memberikan beban tambahan bagi ginjal.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Untuk menurunkan risiko penyakit ginjal kronis, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana:

Bagi Masyarakat Umum

  1. Memeriksa tekanan darah secara rutin.
  2. Menjaga kadar gula darah tetap normal.
  3. Mengurangi konsumsi garam berlebihan.
  4. Menghindari rokok dan minuman berenergi.
  5. Rutin berolahraga.
  6. Mengonsumsi air putih yang cukup.

Bagi Kelompok Berisiko Tinggi

  1. Melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala.
  2. Mengontrol hipertensi dan diabetes secara teratur.
  3. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki riwayat keluarga penyakit ginjal.

Bagi Pemerintah dan Tenaga Kesehatan

  1. Memperkuat program deteksi dini penyakit ginjal kronis.
  2. Meningkatkan edukasi masyarakat tentang hipertensi dan diabetes.
  3. Mengembangkan layanan skrining fungsi ginjal di fasilitas kesehatan primer.
  4. Memperluas program promosi gaya hidup sehat.

Investasi Kesehatan Dimulai dari Pencegahan

Hasil penelitian di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie menunjukkan bahwa usia lanjut, riwayat keluarga penyakit ginjal, penyakit jantung, dan terutama hipertensi merupakan faktor utama yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut pada pasien hemodialisis. Temuan ini memberikan pesan penting bahwa gagal ginjal bukanlah kondisi yang muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar kasus berkembang perlahan selama bertahun-tahun dan dapat dicegah melalui deteksi dini, pengendalian tekanan darah, pengelolaan penyakit kronis, serta penerapan gaya hidup sehat. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko penyakit ginjal kronis, Indonesia dapat menekan angka gagal ginjal dan mengurangi beban pengobatan hemodialisis yang terus meningkat setiap tahun.

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jsscr/article/view/36097/12770

Authors: Abdulrahman Y. Hanapi, Djuna Lamando, Sri Manovita Pateda, Teti Sutriyati Tuloli, Irwan

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran