
Di balik berkembangnya teknologi dan gaya hidup serba cepat, masyarakat menghadapi ancaman kesehatan yang tidak selalu terlihat: Penyakit Tidak Menular (PTM). Berbeda dengan penyakit menular, PTM tidak disebabkan oleh bakteri atau virus, melainkan oleh pola hidup dan faktor risiko yang terus menumpuk dari waktu ke waktu. Di Indonesia, PTM seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, kanker, dan obesitas kini menjadi penyebab kematian tertinggi. Yang mengejutkan, banyak kasus PTM baru diketahui ketika sudah memasuki tahap berat.
Namun, kabar baiknya: sebagian besar PTM dapat dicegah, bahkan hanya dengan perubahan kecil dalam rutinitas harian.
Apa Itu Penyakit Tidak Menular?Penyakit Tidak Menular adalah penyakit yang tidak ditularkan melalui infeksi, melainkan muncul akibat gabungan dari faktor perilaku, lingkungan, genetik, dan perubahan fisiologis tubuh. PTM berkembang perlahan, diam-diam, dan sering tanpa gejala pada awalnya, sehingga disebut sebagai silent killer. PTM meliputi: Diabetes melitus, Hipertensi, Penyakit jantung koroner, Stroke, Kanker, Penyakit paru kronis, dan Obesitas.Mengapa PTM Berbahaya?
Gejala PTM yang Sering DiabaikanBanyak orang tidak menyadari bahwa gejala kecil bisa mengarah pada PTM:
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran