
Gorontalo – Monash University bersama KONEKSI Team kembali berkunjung ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kunjungan ke-2 ini Evaluasi dari prototype app yang dihasilkan dari hasil co-design workshop 1 dan observasi dari hasil refleksi Whatsapp serta ‘Go-along’ interviews. Kunjungan ini berlangsung pada Senin (22/9) yang terbagi atas 2 sesi, yaitu sesi 1 (pada pagi hari) dan sesi 2 (pada sore hari). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 FK UNG dan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Gorontalo, Puskesmas di Kota Gorontalo, Rumah Sakit Islam Gorontalo, Rumah Sakit Aloe Saboe, Klinik Kinesia, Kepala Labkesda Provinsi Gorontalo, Kepala LPPM UNG, Dokter Spesialis Saraf RSAS dan RSI Gorontalo, Majelis Kesehatan Muhammadiyah dan NU, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia, Wakil Rektor IV UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp. G.K., dan dosen FK UNG.
Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp. N., salah satu dosen FK UNG sekaligus sebagai pelaksana dalam pengembangan proyek, dalam sambutannya meminta feedback atas aplikasi yang kami ciptakan. “Lokakarya ini memberikan kesempatan bagi kita untuk bertukar pengetahuan, kolaborasi, dan strategi inovatif yang dapat menciptakan ekosistem yang mendukung bagi penyintas stroke disabilitas. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam workshop hari ini. Semoga lokakarya ini bermakna dan menginspirasi bagi kita semua,”ungkapnya.
Dr. Harto Malik, M.Hum., Wakil Rektor IV UNG dalam sambutannya mengakatkan terima kasih atas kolaborasinya. Semoga kolaborasi ini dapat berdampak positif pada penderita stroke dan caregivernya. “Terima kasih atas kerjasama yang terjalin antara FK UNG, UI, UNSRAT, dan Monash University, kerjasama ini tidak hanya kerjasama antar univeritas, melainkan kerjasama lintas negara Indonesia – Australia. Kerjasama ini mencerminkan tantangan nyata dipelayanan kesehatan dengan menggabungkan pengetahuan akademik, dukungan kebijakan dan perspektif komunitas. Workshop co-design ini dibangun bukan hanya untuk penelitian, melainkan untuk menciptakan ruang untuk dialog, kolaborasi, dan inovasi. Pendekatan ini memastikan solusi yang dikembangkan bersifat praktis, inklusif, dan responsif yang dibutuhkan oleh penderita stroke dan caregivernya,” ujarnya.
Sharyn Davies, sebagai perwakilan dari Monash University dalam sambutannya bahagia bisa hadir dan bekerja sama dalam bidang kesehatan. Stroke merupakan tantangan kesehatan terbesar di seluruh dunia. Untuk menekan kejadian stroke, diperlukan pencegahan, dukungan, dan edukasi yang dilakukan secara bersama, baik lintas negara, lintas lembaga, dan disiplin ilmu, yang tentunya akan berdampak positif pada penurunan risiko stroke.
Beberapa agenda yang dilakukan pada kunjungan kedua yaitu pembukaan, workshop Co-Design, diskusi tentang aplikasi yang telah dirancang, dan diakhiri dengan pengisian kuisioner tentag kelayakan aplikasi.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan penderita disabilitas stroke dapat mendapatkan pelayanan kesehatan prima, sehingga dapat meningkatkan angka harapan hidup dan menurukan angka kematian akibat stroke.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran