GORONTALO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai sudah berjalan cukup baik dari sisi penyajian makanan. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kandungan gizi menu MBG belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi harian anak sekolah dasar. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian yang dipublikasikan pada Health Information: Jurnal Penelitian edisi September–Desember 2025. Penelitian ini dilakukan oleh tim dosen dan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dengan melibatkan 147 siswa sekolah dasar penerima program MBG di Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo
Anak Menilai Makanan Layak dan EnakDari hasil survei persepsi siswa, mayoritas anak menilai makanan MBG sudah berkualitas baik. Sekitar 78–84 persen siswa menyatakan makanan terlihat enak, bersih, matang dengan baik, serta porsinya cukup. Rasa makanan juga dinilai sesuai selera anak dan tidak terlalu asin, manis, maupun pedas. Namun, penelitian juga mencatat catatan penting. Hanya 41 persen siswa yang menyatakan makanan diterima dalam kondisi hangat, sementara sebagian lainnya menerima makanan yang sudah dingin. Faktor ini dinilai dapat memengaruhi selera makan dan tingkat konsumsi anak.
Energi, Protein, dan Lemak Masih KurangAnalisis kandungan gizi menu MBG selama lima hari menunjukkan bahwa rata-rata energi yang dikonsumsi siswa hanya 377 kkal, masih jauh di bawah standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang direkomendasikan, yakni 531 kkal per kali makan. Dari sisi makronutrien, karbohidrat sudah memenuhi bahkan melampaui kebutuhan, namun protein dan lemak masih tergolong rendah. Rata-rata protein yang dikonsumsi hanya 17,7 gram dan lemak 15,9 gram, sementara standar AKG masing-masing berada di atas angka tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan komposisi gizi dalam menu MBG.
Mikronutrien Masih Perlu DiperkuatTak hanya makronutrien, kandungan vitamin dan mineral dalam menu MBG juga masih bervariasi dan belum merata. Beberapa mikronutrien penting seperti vitamin A, zat besi, kalsium, dan seng tercatat masih jauh di bawah kebutuhan harian anak. Peneliti menegaskan bahwa kekurangan mikronutrien dalam jangka panjang dapat berdampak pada pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta risiko anemia dan stunting pada anak sekolah.
Penting untuk Evaluasi dan Diversifikasi MenuPenelitian ini menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi besar dalam mendukung perbaikan status gizi anak, namun perlu penguatan dari sisi kualitas gizi. Peneliti merekomendasikan diversifikasi menu berbasis pangan lokal, peningkatan porsi lauk sumber protein hewani, serta pemantauan dan evaluasi gizi secara berkala. Selain itu, kolaborasi antara Badan Gizi Nasional, satuan pelayanan pemenuhan gizi, sekolah, dan pemerintah daerah dinilai krusial agar program MBG benar-benar memberikan dampak optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Dukung Target Nasional dan SDGsProgram MBG merupakan bagian dari strategi besar pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045 dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan menghapus kelaparan dan menjamin kehidupan sehat bagi anak-anak. Dengan perbaikan berkelanjutan dan penguatan kualitas menu, MBG diharapkan tidak hanya mengenyangkan, tetapi benar-benar menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi masa depan.
Sources: https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/1773/1739
Author: Nanda Dwi Fakhriyyah Moridu, Vivien Novarina A. Kasim, Nanang Roswita Paramata, Cecy Rahma Karim, Serly Daud
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran