GORONTALO – Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat Indonesia. Penyakit tidak menular ini terus meningkat dan berkontribusi terhadap tingginya beban pembiayaan kesehatan nasional. Penelitian terbaru di Gorontalo menegaskan bahwa pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan erat dengan kadar gula darah penderita diabetes tipe 2. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tapa, Kabupaten Bone Bolango, dan dipublikasikan dalam Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan tahun 2025. Studi ini melibatkan 80 penderita diabetes melitus tipe 2 dengan pendekatan cross sectional untuk melihat keterkaitan gaya hidup dengan kontrol gula darah
Mayoritas Gula Darah Belum TerkontrolHasil penelitian menunjukkan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Sebanyak 71,2 persen responden tercatat memiliki kadar gula darah tidak terkontrol. Angka ini mencerminkan masih rendahnya keberhasilan pengendalian diabetes di tingkat layanan kesehatan dasar, terutama di wilayah pedesaan. Dari sisi perilaku, 57,5 persen responden memiliki pola makan yang tergolong buruk, sementara hampir separuh responden menjalani aktivitas fisik berat karena tuntutan pekerjaan, seperti bertani. Namun, aktivitas fisik yang berat tidak otomatis menjamin kadar gula darah terkontrol jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat dan kepatuhan pengobatan.
Hubungan Signifikan Gaya Hidup dan Gula DarahAnalisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kadar gula darah (p = 0,032) serta aktivitas fisik dengan kadar gula darah (p = 0,028). Artinya, penderita diabetes dengan pola makan lebih teratur dan aktivitas fisik yang dikelola dengan baik cenderung memiliki kontrol gula darah yang lebih stabil. Peneliti menegaskan bahwa konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, jadwal makan tidak teratur, serta kurangnya pemahaman gizi menjadi faktor utama sulitnya pengendalian diabetes. Di sisi lain, aktivitas fisik yang dilakukan secara berlebihan tanpa istirahat cukup juga berpotensi memperburuk kondisi metabolisme.
Relevan dengan Target SDGs KesehatanTemuan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3, yakni menjamin kehidupan sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia. Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu fokus utama dalam agenda pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dicanangkan pemerintah melalui program GERMAS dan penguatan layanan primer. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan promotif dan preventif, khususnya melalui edukasi pola makan sehat, aktivitas fisik terukur, serta skrining rutin di Puskesmas. Dengan penguatan peran layanan kesehatan dasar dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat, pengendalian diabetes diharapkan dapat menekan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke.
Dorong Intervensi Berbasis KomunitasPeneliti merekomendasikan agar program pengendalian diabetes tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat keluarga dan komunitas. Edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat menjadi kunci agar pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah tersebut, upaya pengendalian diabetes melitus tipe 2 tidak hanya mendukung target nasional kesehatan, tetapi juga berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Source: https://ejournal.cibinstitut.com/index.php/medicnutricia/article/view/475/421
Author: Nadia Oktaviana Rahman, Nanang Roswita Paramata, Sitti Fatimah M.Arsad
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran