Riset Ilmiah Ungkap Resveratrol Berpotensi Jadi Terapi Baru Penyakit Jantung Genetik Mematikan

Oleh: Jesica Mulyadi . 15 Desember 2025 . 08:58:09

GORONTALO – Penyakit jantung genetik Brugada syndrome, yang dikenal sebagai salah satu penyebab kematian mendadak pada usia produktif, berpeluang memiliki terapi baru di masa depan. Sebuah kajian ilmiah terbaru mengungkap bahwa resveratrol, senyawa alami yang terdapat pada beberapa tanaman, berpotensi mendukung terapi gen untuk menangani penyakit tersebut. Brugada syndrome merupakan gangguan irama jantung akibat kelainan genetik, terutama mutasi pada gen SCN5A yang mengatur aliran listrik jantung. Penyakit ini sering tidak bergejala dan kerap baru terdeteksi setelah terjadi henti jantung mendadak. Kawasan Asia Tenggara tercatat sebagai salah satu wilayah dengan angka kejadian tertinggi.

Selama ini, penanganan Brugada syndrome masih mengandalkan pemasangan implantable cardioverter defibrillator (ICD). Alat ini bekerja memberikan kejut listrik saat terjadi gangguan irama jantung, namun tidak memperbaiki penyebab utama penyakit yang bersifat genetik. Selain itu, ICD juga memiliki risiko efek samping seperti infeksi dan kejut listrik yang tidak diperlukan. Dalam kajian yang dipublikasikan di The Egyptian Heart Journal tahun 2025, para peneliti menelaah berbagai studi internasional terkait penggunaan terapi gen berbasis adeno-associated virus (AAV) untuk memperbaiki fungsi gen SCN5A. Hasilnya menunjukkan bahwa resveratrol dapat berperan sebagai pendukung terapi gen dengan cara menurunkan peradangan, mengurangi stres oksidatif, dan membantu stabilitas sel jantung.

Resveratrol juga diketahui mampu membantu menstabilkan irama jantung serta menciptakan lingkungan sel yang lebih optimal agar terapi gen bekerja lebih efektif. Pendekatan ini dinilai lebih menjanjikan karena berupaya mengatasi akar masalah penyakit, bukan hanya mencegah akibatnya. Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa temuan ini belum dapat langsung diterapkan secara klinis. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan, dosis yang tepat, serta efektivitas resveratrol sebagai bagian dari terapi gen pada manusia.

Kajian ini menjadi sinyal penting bagi dunia medis bahwa terapi penyakit jantung genetik ke depan tidak lagi hanya bersifat preventif, tetapi berpotensi bersifat kuratif dengan menyasar penyebab genetiknya. Jika berhasil dikembangkan, pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka kematian mendadak akibat Brugada syndrome.

Source: https://link.springer.com/content/pdf/10.1186/s43044-025-00640-4.pdf

Author: Andin Zahrani Pateda, Andi Alika Azzahra, Kuni Zakiyyah Sumargo, and Muchtar Nora Ismail Siregar

#Kedokteranung #FKUNGgul #PenyakitJantung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran