GORONTALO – Pengetahuan orang tua menjadi faktor kunci dalam mengendalikan perilaku temper tantrum pada anak usia prasekolah. Hal ini terungkap dalam hasil penelitian tim Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang dilakukan di TK Permata, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak lebih rentan mengalami temper tantrum ketika orang tua kurang memahami cara mengelola emosi anak. Temper tantrum sendiri merupakan luapan emosi anak yang ditandai dengan menangis berlebihan, berteriak, hingga mengamuk saat keinginannya tidak terpenuhi.
Riset ini melibatkan 32 orang tua dengan metode survei menggunakan kuesioner. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dan kejadian temper tantrum pada anak. Orang tua dengan pemahaman yang baik cenderung memiliki anak dengan tantrum rendah, sementara pengetahuan yang minim berkaitan dengan tantrum yang lebih sering dan lebih berat. Peneliti menilai masih banyak orang tua yang menangani tantrum dengan cara yang kurang tepat, seperti memarahi anak, membiarkan anak mengamuk tanpa pendampingan, atau justru selalu menuruti keinginan anak. Pola asuh semacam ini dinilai dapat memperburuk pengendalian emosi anak dalam jangka panjang.
Selain faktor orang tua, usia dan jenis kelamin anak turut memengaruhi tantrum. Anak usia 5–6 tahun serta anak laki-laki tercatat lebih sering menunjukkan perilaku tantrum dibandingkan anak perempuan, meskipun sebagian besar masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Penelitian ini menegaskan bahwa temper tantrum bukan sekadar fase biasa yang boleh diabaikan. Tanpa penanganan yang tepat, perilaku tersebut berpotensi berdampak pada kemampuan anak mengelola emosi, bersosialisasi, dan beradaptasi di kemudian hari.
Melalui temuan ini, peneliti mendorong peningkatan edukasi pengasuhan bagi orang tua, baik melalui sekolah, layanan kesehatan, maupun program pendampingan keluarga. Pemahaman yang tepat dinilai menjadi kunci untuk membantu anak tumbuh dengan emosi yang sehat dan stabil.
Source https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/9188
Author: Sukma Nurrizka Mahmud, Sri Andriani Ibrahim, Cindy Puspita Sari Haji Jafar
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran