GORONTALO – Kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat medis, tetapi juga oleh kondisi fisik dan mental tenaga kesehatan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa kualitas tidur berperan penting dalam menentukan kinerja perawat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada mutu pelayanan pasien. Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan di RSUD Toto Kabila, Kabupaten Bone Bolango, dan dipublikasikan dalam Miracle Journal of Health Sciences and Research edisi 2025. Studi ini meneliti hubungan antara kualitas tidur dan kinerja perawat melalui pendekatan survei analitik
Mayoritas Perawat Tidur Cukup, Kinerja Relatif BaikPenelitian melibatkan 50 perawat yang dipilih secara acak proporsional dari berbagai ruang rawat inap. Hasil analisis menunjukkan bahwa 62 persen perawat memiliki kualitas tidur yang baik, sementara 76 persen perawat menunjukkan kinerja yang baik dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar perawat mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan kerja dan kebutuhan istirahat, meskipun beban kerja di rumah sakit tergolong tinggi.
Hubungan Kuat antara Tidur dan Performa KerjaAnalisis statistik menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kinerja perawat dengan nilai p < 0,001. Artinya, perawat yang memiliki kualitas tidur baik cenderung menunjukkan kinerja yang lebih optimal, mulai dari ketepatan tindakan, komunikasi dengan pasien, hingga keselamatan kerja. Sebaliknya, perawat dengan kualitas tidur buruk lebih berisiko mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan penurunan produktivitas saat bertugas.
Kurang Tidur Bisa Ancaman Keselamatan PasienPenelitian ini juga mengungkap bahwa gangguan tidur, seperti durasi tidur kurang dari enam jam, latensi tidur yang lama, serta kelelahan di siang hari, dapat memengaruhi aspek perilaku kerja perawat. Beberapa responden mengaku sering mengantuk saat jam dinas, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kesalahan tindakan medis. Kondisi ini menegaskan bahwa kualitas tidur perawat bukan hanya isu personal, tetapi juga menyangkut keselamatan pasien dan mutu layanan kesehatan.
Manajemen RS Diminta Lebih Perhatikan Pola KerjaBerdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar manajemen rumah sakit lebih serius mengatur pola kerja, jadwal shift, dan waktu istirahat perawat. Lingkungan kerja yang mendukung kualitas tidur dinilai penting untuk menjaga performa tenaga kesehatan dalam jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa tidur berkualitas merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu layanan rumah sakit. Dengan perawat yang sehat dan bugar, pelayanan keperawatan dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Sources: https://ejurnal.ladkes.com/index.php/mjhsr/article/view/143/pdf
Author: Friska Pakaya, Nanang R. Paramata, Ibrahim Suleman
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran