
GORONTALO – Sebuah studi klinis dan kesehatan kerja terbaru yang dipublikasikan dalam Jambura Journal of Health Science and Research (2026) membawa kabar peringatan penting bagi sektor pertanian Indonesia. Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Dembe Jaya, Kota Gorontalo ini menemukan adanya korelasi linier yang sangat kuat antara tingginya intensitas merokok kumulatif dengan risiko penurunan fungsi paru (gangguan respirasi) pada populasi petani.
Sektor pertanian sering kali dipersepsikan sebagai lingkungan kerja yang sehat karena berada di ruang terbuka. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa para petani di Indonesia menghadapi ancaman "risiko ganda" (double exposure). Di satu sisi, mereka terpapar debu tanah, sekam, serta bahan kimia berbahaya dari pupuk dan pestisida di ladang. Di sisi lain, gaya hidup dengan intensitas merokok yang tinggi melipatgandakan kerusakan pada organ pernapasan mereka.
Penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menggunakan metode diagnostik yang sangat akurat. Untuk mengukur paparan asap rokok secara kumulatif sepanjang hidup pasien, peneliti menggunakan Indeks Brinkman (perkalian antara jumlah rata-rata batang rokok yang diisap per hari dengan lamanya merokok). Sementara itu, kondisi aktual organ pernapasan diuji secara objektif menggunakan alat spirometri untuk mengukur volume dan arus udara paru. Melalui analisis statistik yang mendalam, riset ini membongkar fakta klinis yang mengkhawatirkan di kalangan petani:
Sebaliknya, studi ini mencatat bahwa faktor usia biologis dan masa kerja di ladang tidak menunjukkan hubungan statistik yang dominan pada kelompok sampel ini. Hal tersebut menegaskan bahwa zat toksik dari kebiasaan merokok merupakan faktor determinan (pemicu utama) yang jauh lebih merusak jaringan paru dibandingkan dengan paparan debu pertanian itu sendiri.
Biomekanisme Kerusakan: Mengapa Asap Rokok Menghancurkan Paru-Paru? Secara patofisiologi, kombinasi antara partikel debu pertanian dan ribuan zat kimia beracun dari rokok (seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida) memicu kerusakan struktural pada sistem pernapasan melalui mekanisme berikut:
Mengingat pentingnya peran petani sebagai pilar ketahanan pangan nasional, para peneliti merekomendasikan langkah intervensi taktis dan preventif kesehatan kerja:
Studi dari Universitas Negeri Gorontalo ini menjadi pengingat kuat di tingkat nasional bahwa kesejahteraan petani tidak hanya diukur dari produktivitas hasil panen atau swasembada pangan, melainkan dari jaminan kesehatan organ pernapasan mereka agar tetap mampu bekerja secara produktif di masa depan.
Author: Muhammad Raihan Laide, Sri Manovita Pateda, Sri Andriani Ibrahim, Muhammad Isman Jusuf, Mohammad Zukri Antuke
Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/36262/pdf
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran