Senam Lansia, Kunci Menjaga Kesehatan Mental dan Kebahagiaan di Usia Senja

Oleh: Jesica Mulyadi . 31 Desember 2025 . 13:10:03

Gorontalo — Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru. Seiring bertambahnya usia, lansia rentan mengalami penurunan fungsi fisik dan psikologis, seperti penyakit degeneratif, insomnia, kecemasan, hingga rasa kesepian. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan promotif dan preventif yang mudah diterapkan di tingkat masyarakat. Salah satu solusi yang terbukti efektif adalah senam lanjut usia (senam lansia). Aktivitas fisik ringan ini tidak hanya berdampak pada kebugaran tubuh, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental dan kualitas hidup lansia.

Minim Aktivitas Fisik, Risiko Kesehatan Meningkat

Hasil pengamatan di Kelurahan Heledulaa Selatan, Kota Gorontalo, menunjukkan bahwa kegiatan senam lansia sempat tidak lagi dilakukan secara rutin. Akibatnya, banyak lansia mengalami penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes, gangguan tidur, serta keluhan kecemasan yang cukup tinggi. Kurangnya aktivitas fisik pada lansia diketahui berkontribusi terhadap menurunnya kekuatan otot dan keseimbangan tubuh, yang meningkatkan risiko jatuh. Selain itu, minimnya aktivitas dan interaksi sosial juga berdampak pada kondisi psikologis, seperti rasa cemas dan menurunnya suasana hati.

Menghidupkan Kembali Senam Lansia di Masyarakat

Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan kegiatan senam lansia pada 24 Agustus 2025 di Apotek Nabila Farma, Kelurahan Heledulaa Selatan. Kegiatan ini melibatkan 18 lansia dan diawali dengan pendekatan “jemput bola”, yaitu mendatangi rumah warga untuk mengajak lansia berpartisipasi serta memberikan edukasi tentang manfaat senam bagi kesehatan fisik dan mental.Senam lansia dipandu oleh instruktur berpengalaman dengan gerakan yang aman, terarah, dan disesuaikan dengan kondisi fisiologis usia lanjut. Kegiatan ini juga disertai sesi edukasi kesehatan, diskusi, dan tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik secara rutin.

Dampak Positif pada Psikologi dan Kebugaran Lansia

Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang sangat positif. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan suasana hati setelah mengikuti senam. Sebelum kegiatan, banyak lansia melaporkan perasaan cemas dan sedih. Namun setelah senam, lebih dari 80 persen peserta menyatakan merasa lebih bahagia dan rileks. Secara ilmiah, olahraga seperti senam lansia merangsang pelepasan hormon endorfin, yaitu hormon yang berperan dalam menciptakan rasa tenang, nyaman, dan bahagia. Selain itu, aktivitas fisik juga membantu menurunkan hormon stres, mengurangi ketegangan otot, serta memperbaiki kualitas tidur. Dari sisi fisik, senam lansia membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, meningkatkan kekuatan otot, kelenturan tubuh, serta kesehatan jantung dan paru-paru. Senam yang dilakukan secara berkelompok juga memberikan ruang interaksi sosial, sehingga membantu mengurangi rasa kesepian yang sering dialami lansia.

Senam Lansia sebagai Investasi Kualitas Hidup

Temuan ini menegaskan bahwa senam lansia bukan sekadar aktivitas olahraga, melainkan intervensi kesehatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Aktivitas sederhana ini dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk menekan risiko gangguan kesehatan pada usia lanjut. Agar manfaatnya berkelanjutan, senam lansia perlu dijadikan program rutin di lingkungan masyarakat dengan dukungan berbagai pihak, seperti pemerintah kelurahan, fasilitas kesehatan, dan keluarga. Dengan pendekatan yang konsisten dan partisipatif, senam lansia berpotensi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, aktif, dan bahagia.

Menjaga Kesehatan Lansia, Menjaga Martabat Kehidupan

Kesehatan lansia bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga cerminan kepedulian sosial sebuah masyarakat. Melalui kegiatan senam lansia yang terstruktur dan berkelanjutan, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga martabat dan kualitas hidup warga lanjut usia. Senam lansia membuktikan bahwa bahagia di usia senja bukanlah hal yang mustahil, selama ada ruang gerak, dukungan sosial, dan perhatian terhadap kesehatan fisik serta mental.

 

Author: Jesica Mulyadi, Serly Daud

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/damhil/article/view/35203/12282

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran