BONE BOLANGO – Sebuah penelitian sosiomedis terbaru yang dipublikasikan dalam Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal memberikan pandangan baru yang krusial bagi sistem penanggulangan bencana di dunia pendidikan Indonesia. Studi yang dilakukan di SMP Negeri 1 Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ini mengeksplorasi tingkat pengetahuan warga sekolah mengenai pemanfaatan teknologi aplikasi InaRISK melalui pendekatan indigenous psychology (psikologi pribumi/lokal). Kabupaten Bone Bolango merupakan wilayah geografis yang memiliki indeks risiko bencana alam yang cukup tinggi, mulai dari ancaman banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi. Di tengah kerentanan tersebut, kesiapsiagaan satuan pendidikan aman bencana tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi visual, melainkan pada bagaimana instrumen modern tersebut mampu berasimilasi dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Penelitian kualitatif ini bertujuan menggali secara mendalam sejauh mana guru, staf, dan siswa memahami penggunaan InaRISK, aplikasi besutan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berfungsi memetakan potensi bahaya di sekitar pengguna. Namun, alih-alih hanya mengukur angka pemahaman secara kuantitatif, riset ini menggunakan lensa indigenous psychology untuk memahami cara berpikir warga sekolah yang dibentuk oleh latar belakang budaya asli setempat.
Hasil analisis data wawancara dan observasi terstruktur menunjukkan potret lapangan yang menantang sekaligus potensial:
Mengapa Pendekatan 'Indigenous Psychology' Sangat Krusial?
Selama ini, sosialisasi mitigasi bencana nasional sering kali menggunakan pendekatan top-down yang kaku dan terlalu teknis, sehingga kurang membekas di hati masyarakat kecil. Pendekatan psikologi berbasis kearifan lokal menawarkan solusi alternatif yang lebih efektif karena beberapa alasan berikut:
Melalui temuan ilmiah ini, para peneliti merumuskan rekomendasi strategis bagi pemangku kebijakan, BPBD, dan sektor pendidikan nasional dalam merancang program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB):
Riset di Bone Bolango ini menjadi bukti nyata tingkat nasional bahwa kecanggihan teknologi mitigasi era modern baru akan mencapai potensi terbaiknya jika berjalan beriringan dengan denyut nadi kebudayaan tempatan.
Author: Muhammad Rafliansyah Gobel, Zuhriana K. Yusuf, Chairul Wahjudi, Vivien Novarina Kasim, Muhammad N. Syukriani Yusuf
Sources: https://jurnal.bsmi.or.id/index.php/irchum/article/view/70/48
#FKUNGgul
#kedokteranung