Tidak melakukan perawatan payudara setelah melahirkan terbukti membuat ibu nifas jauh lebih rentan mengalami bendungan ASI. Fakta ini terungkap dalam penelitian yang dipublikasikan di Omni Health Journal edisi Oktober 2025, berdasarkan studi di wilayah kerja Puskesmas Baruga, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Penelitian tersebut menyoroti persoalan klasik namun serius yang sering dialami ibu pascapersalinan, yakni bendungan ASI. Kondisi ini terjadi ketika ASI tidak keluar dengan lancar sehingga payudara membengkak, nyeri, dan berisiko menimbulkan infeksi. Jika tidak ditangani, bendungan ASI dapat mengganggu proses menyusui dan menggagalkan pemberian ASI eksklusif.
Dari 30 ibu nifas yang menjadi responden, hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang mencolok. Sebanyak 93 persen ibu yang rutin melakukan perawatan payudara tidak mengalami bendungan ASI. Sebaliknya, 86 persen ibu yang tidak melakukan perawatan payudara justru mengalami bendungan ASI. Temuan ini memperlihatkan bahwa perawatan payudara bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan penting bagi ibu menyusui. Perawatan payudara yang dimaksud mencakup pijat payudara, stimulasi puting, serta menjaga kebersihan area payudara. Langkah sederhana ini membantu melancarkan aliran ASI dengan merangsang hormon prolaktin dan oksitosin, dua hormon utama yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI.
Penelitian juga mencatat bahwa bendungan ASI lebih banyak dialami ibu berusia di atas 35 tahun dan ibu dengan tingkat kecemasan tinggi setelah persalinan. Kurangnya edukasi tentang perawatan payudara dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Peneliti menegaskan bahwa perawatan payudara harus menjadi bagian wajib dalam pendampingan ibu nifas, bukan hanya saat masalah muncul. Edukasi yang tepat sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan dinilai mampu mencegah keluhan, meningkatkan kenyamanan ibu, dan mendukung keberhasilan menyusui.
Temuan ini menjadi peringatan bagi tenaga kesehatan dan keluarga agar tidak mengabaikan perawatan payudara pada ibu nifas. Dengan intervensi sederhana dan murah, risiko bendungan ASI dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjaga keberlangsungan ASI eksklusif bagi bayi.
Source: https://omnijournal.id/health/article/view/121/100
Author: Riska Nuryana, Sumarmi, Mantasia, Dewi S, Alwi, Mardiana
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran