
Gorontalo - Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan inovasi layanan kesehatan berbasis riset melalui pelaksanaan kegiatan Edukasi dan Diseminasi Aplikasi HALO STROKE yang berlangsung di Graha Mufidah, Kota Gorontalo, pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi penelitian internasional antara FK UNG, Monash University Australia, dan Universitas Indonesia dalam mendukung pengembangan layanan kesehatan bagi penyintas stroke dan para caregiver.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur akademisi, pemerintah, organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, hingga komunitas kesehatan dari tingkat daerah maupun nasional. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Monash University, Prof. Narelle Warren, perwakilan Universitas Indonesia, Prof. Putu Wuri Handayani, serta perwakilan Universitas Sam Ratulangi, Dr. Arthur Mawuntu. Turut hadir pula perwakilan Program KONEKSI Jakarta, staf khusus Gubernur Bidang Kesehatan, Direktur Rumah Sakit se-Provinsi Gorontalo, Kepala Puskesmas, organisasi profesi kesehatan, serta dosen dan tenaga kependidikan FK UNG.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo diwakili oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Harto Malik, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan edukasi dan diseminasi HALO STROKE merupakan bagian penting dari implementasi riset kolaboratif internasional yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan teknologi kesehatan.
Dr. Harto Malik menyampaikan bahwa keterlibatan FK UNG dalam penelitian internasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus menghadirkan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung penyintas stroke dan caregiver dalam memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik. Ia juga menekankan bahwa aplikasi HALO STROKE bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan penguatan dukungan komunitas bagi pasien stroke.
Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran UNG menyampaikan bahwa stroke tidak hanya menjadi persoalan medis, tetapi juga memberikan dampak sosial, psikologis, dan ekonomi yang besar bagi keluarga pasien. Oleh karena itu, kehadiran aplikasi HALO STROKE diharapkan mampu menjadi solusi nyata melalui pengembangan Online Community Assistance Ecosystem yang dapat membantu penyintas stroke memperoleh akses pendampingan, edukasi, dan layanan kesehatan secara lebih mudah dan berkelanjutan.
Dekan FK UNG juga menegaskan bahwa kolaborasi antara FK UNG, Monash University, dan Universitas Indonesia menjadi langkah awal yang penting dalam membangun inovasi kesehatan berbasis teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, hasil riset akademik tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi harus mampu diwujudkan menjadi solusi yang humanis dan aplikatif bagi masyarakat luas, khususnya di kawasan Teluk Tomini dan wilayah pesisir.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISHQua turut menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam pengembangan aplikasi HALO STROKE. Ia berharap aplikasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para penderita stroke, terutama dalam mempermudah akses layanan kesehatan, rehabilitasi, edukasi, serta penguatan dukungan komunitas bagi pasien dan keluarga.
Kegiatan edukasi dan diseminasi ini juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat, seperti konsultasi dokter, konsultasi gizi, konsultasi psikologi, dan konsultasi fisioterapi. Pendekatan multidisipliner tersebut menjadi bagian dari upaya FK UNG dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih humanis, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FK UNG bersama mitra nasional dan internasional berharap aplikasi HALO STROKE dapat menjadi model penguatan layanan kesehatan berbasis digital dan komunitas yang mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.