
Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, ancaman penyakit jantung dan pembuluh darah ternyata tidak selalu datang secara tiba-tiba atau hanya menyerang usia lanjut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tanda-tanda risiko kardiovaskular sudah dapat terdeteksi sejak usia muda, bahkan pada mahasiswa kedokteran yang secara pengetahuan tergolong melek kesehatan. Salah satu indikator sederhana namun bermakna adalah kekuatan menggenggam tangan (handgrip strength). Ukuran ini tidak hanya mencerminkan kekuatan otot, tetapi juga menggambarkan kondisi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Fluktuasi Tekanan Darah, Masalah yang Sering Terabaikan
Selama ini, pemeriksaan kesehatan umumnya hanya berfokus pada angka tekanan darah sesaat. Padahal, variabilitas tekanan darah—yakni naik turunnya tekanan darah dalam waktu singkat—ternyata memiliki dampak penting terhadap tubuh. Tekanan darah yang tidak stabil mencerminkan ketidakseimbangan sistem saraf dan gangguan aliran darah ke jaringan, termasuk otot. Penelitian pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo menemukan bahwa lebih dari separuh responden berada pada kategori prehipertensi, meskipun sebagian besar masih berusia produktif. Rata-rata variabilitas tekanan darah sistolik tergolong cukup tinggi, menandakan adanya ketidakstabilan hemodinamik sejak dini.
Berat Badan dan Kekuatan Otot: Hubungan yang Tidak Sederhana
Di sisi lain, indeks massa tubuh (IMT) juga berperan dalam menentukan kekuatan otot. Secara umum, individu dengan berat badan lebih tinggi cenderung memiliki kekuatan genggaman yang lebih besar karena otot terbiasa menopang beban tubuh. Namun, kondisi ini tidak selalu menguntungkan. Penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh mahasiswa memiliki status gizi berlebih hingga obesitas. Masalahnya, kelebihan lemak tubuh dapat mengganggu kualitas otot dan memperburuk peradangan dalam tubuh. Akibatnya, kekuatan otot yang tampak besar belum tentu mencerminkan kondisi kesehatan yang optimal.
Kelompok Rentan: Otot Lemah, Risiko Lebih Tinggi
Temuan paling penting dari penelitian ini adalah bahwa ketidakstabilan tekanan darah memperlemah manfaat berat badan terhadap kekuatan otot, khususnya pada kelompok mahasiswa dengan kekuatan genggaman rendah. Artinya, pada individu yang secara fisik lebih lemah, tekanan darah yang mudah berfluktuasi dapat menghambat aliran darah ke otot, sehingga otot tidak mampu bekerja secara maksimal. Kondisi ini berbahaya karena sering kali tidak disadari. Seseorang bisa saja tampak sehat, memiliki berat badan cukup, bahkan memahami ilmu kesehatan, tetapi menyimpan risiko kardiovaskular tersembunyi akibat tekanan darah yang tidak stabil.
Peringatan Dini bagi Generasi Muda
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kekuatan genggaman tangan dapat menjadi “alarm dini” kesehatan jantung. Nilai genggaman yang rendah seharusnya tidak dianggap sepele, terutama jika disertai fluktuasi tekanan darah yang tinggi. Bagi generasi muda, terutama mahasiswa dan kelompok usia produktif, pesan ini sangat relevan. Pola hidup sedentari, stres akademik, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik terbukti berkontribusi pada gangguan tekanan darah dan penurunan fungsi otot. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit kardiovaskular di kemudian hari.
Menuju Pencegahan Sejak Dini
Pendekatan pencegahan penyakit jantung tidak cukup hanya mengandalkan angka timbangan atau hasil tensi sesaat. Stabilitas tekanan darah, kebugaran otot, dan gaya hidup aktif harus menjadi perhatian utama sejak usia muda. Dengan pemeriksaan sederhana seperti pengukuran kekuatan genggaman dan evaluasi tekanan darah yang lebih komprehensif, risiko kardiovaskular dapat dikenali lebih awal. Upaya ini menjadi langkah penting untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan kardiovaskular.
Source: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/36157
Author: Chairul Abdul Jamal Ghazali Tome, Jufri Febriyanto Poetra, Sri Manovita Pateda, Nanang Roswita Paramata, Yuniarty Antu
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran