
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang cukup tinggi. Berbagai bencana seperti banjir, gempa bumi, dan tanah longsor kerap terjadi di berbagai daerah. Dalam satu dekade terakhir, tercatat puluhan ribu kejadian bencana di Indonesia dengan tren peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.
Salah satu sektor yang sangat rentan terdampak bencana adalah sektor pendidikan. Sekolah sebagai fasilitas publik sering kali mengalami dampak langsung ketika bencana terjadi. Data menunjukkan bahwa sekitar 42 persen dampak bencana terhadap fasilitas umum terjadi pada fasilitas pendidikan. Dampak ini bisa menjadi lebih serius apabila bencana terjadi saat kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung. Oleh karena itu, upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah menjadi sangat penting.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi digital mulai digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh pemerintah adalah aplikasi InaRISK, sebuah aplikasi yang dirancang untuk memberikan informasi mengenai risiko bencana di suatu wilayah. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui jenis bencana yang berpotensi terjadi, tingkat kerentanan wilayah, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan.
Penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi InaRISK dapat menjadi salah satu sarana penting dalam meningkatkan pengetahuan kebencanaan di lingkungan sekolah. Penelitian tersebut melibatkan 67 responden yang terdiri dari siswa, guru, staf tata usaha, dan tenaga kebersihan sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga sekolah memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai aplikasi InaRISK. Sebanyak 71 persen responden memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik mengenai aplikasi ini, sementara 19 persen lainnya berada dalam kategori baik. Artinya, mayoritas warga sekolah telah memahami fungsi dan manfaat aplikasi tersebut dalam mendukung mitigasi bencana.
Selain itu, sekitar 92 persen responden menyatakan bahwa aplikasi InaRISK memiliki peran penting dalam membantu upaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Salah satu fitur yang paling diapresiasi oleh responden adalah peta risiko bencana yang dapat menunjukkan potensi bahaya di suatu wilayah secara lebih jelas. Informasi ini sangat berguna bagi sekolah dalam menyusun langkah-langkah kesiapsiagaan apabila terjadi bencana.
Aplikasi InaRISK tidak hanya menyediakan informasi mengenai jenis bencana yang mungkin terjadi, tetapi juga menyediakan data historis bencana, skenario bencana, serta panduan mitigasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi pemetaan berbasis data spasial, aplikasi ini dapat membantu pengguna memahami risiko bencana di wilayah tempat tinggal mereka secara lebih mudah.
Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa masih terdapat sebagian kecil warga sekolah yang memiliki pemahaman terbatas mengenai aplikasi tersebut. Sekitar 7 persen responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sementara 3 persen lainnya masih memiliki pengetahuan yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan pelatihan mengenai penggunaan aplikasi InaRISK masih perlu ditingkatkan agar seluruh warga sekolah dapat memanfaatkannya secara optimal.
Selain faktor sosialisasi, literasi digital juga menjadi salah satu tantangan dalam penggunaan aplikasi berbasis teknologi. Tidak semua pengguna memiliki pengalaman atau kemampuan yang sama dalam menggunakan aplikasi digital. Oleh karena itu, pendekatan edukasi yang lebih praktis, seperti pelatihan berbasis simulasi atau workshop, dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan aplikasi tersebut.
Di wilayah seperti Botupingge yang memiliki risiko bencana cukup tinggi, keberadaan aplikasi InaRISK dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Dengan memahami risiko bencana sejak dini, warga sekolah dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih tepat dan mengurangi dampak yang mungkin terjadi.
Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi seperti InaRISK menunjukkan bahwa upaya mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Sekolah sebagai pusat pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran kebencanaan kepada generasi muda. Dengan pengetahuan yang baik mengenai risiko bencana dan cara menghadapinya, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.
Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/axon/article/view/29543/pdf
Author: Muhammad Rafliansyah Gobel, Zuhriana Yusuf, Chairul Wahjudi, Vivien Novarina Kasim, Muhammad Syukriani Yusuf
#FKUNGgul
#kedokteranung
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran