Terapi Musik Klasik, Alternatif Aman Meredakan Nyeri dan Kecemasan Pasien Hipertensi

Oleh: Jesica Mulyadi . 28 Januari 2026 . 11:31:05

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyakit yang kerap disebut sebagai silent killer ini tidak hanya meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung, tetapi juga sering disertai keluhan nyeri kepala, rasa berat di tengkuk, serta kecemasan berlebihan pada penderitanya. Kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas hidup pasien, terutama jika tidak ditangani secara menyeluruh. Selain pengobatan medis, pendekatan nonfarmakologis mulai banyak dikembangkan untuk membantu pasien hipertensi. Salah satunya adalah terapi musik klasik, yang dinilai aman, murah, dan mudah diterapkan di fasilitas kesehatan.

Musik Klasik sebagai Terapi Pendamping

Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Otanaha, Kota Gorontalo, mengkaji pengaruh terapi musik klasik terhadap tingkat nyeri dan kecemasan pada pasien hipertensi. Musik yang digunakan adalah karya klasik Mozart, yang dikenal memiliki tempo lembut dan ritme stabil, mendekati irama detak jantung manusia. Terapi ini diberikan kepada pasien selama 30 menit dalam suasana yang tenang, setelah pasien mendapatkan terapi medis standar. Pendekatan ini bertujuan membantu tubuh dan pikiran pasien mencapai kondisi relaksasi yang optimal.

Nyeri dan Kecemasan Sebelum Terapi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi musik diberikan, sebagian besar pasien hipertensi mengalami nyeri sedang hingga berat, terutama berupa sakit kepala dan rasa tegang di leher. Selain itu, hampir seluruh pasien berada dalam kondisi kecemasan berat hingga sangat berat, yang ditandai dengan perasaan gelisah, jantung berdebar, sulit tidur, dan ketakutan berlebihan terhadap kondisi kesehatannya. Kondisi ini sejalan dengan penjelasan medis bahwa tekanan darah tinggi dapat memengaruhi aliran darah ke otak dan memicu nyeri, sekaligus merangsang pelepasan hormon stres yang memperburuk kecemasan.

Perubahan Signifikan Setelah Terapi Musik

Setelah terapi musik klasik diberikan, terjadi perubahan yang cukup mencolok. Sebagian besar pasien mengalami penurunan tingkat nyeri menjadi ringan, sementara sisanya berada pada kategori nyeri sedang. Tidak hanya itu, tingkat kecemasan pasien juga menurun secara signifikan, dari kategori sangat berat menjadi sedang hingga ringan. Secara statistik, hasil uji menunjukkan bahwa terapi musik klasik memberikan pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri dan kecemasan pada pasien hipertensi. Artinya, perubahan yang terjadi bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari intervensi yang diberikan.

Mengapa Musik Bisa Menenangkan?

Secara ilmiah, musik klasik bekerja dengan memengaruhi sistem saraf pusat. Irama lembut dan teratur mampu merangsang otak untuk menghasilkan gelombang alfa, yang berhubungan dengan kondisi relaksasi. Musik juga membantu meningkatkan produksi hormon endorfin, zat alami tubuh yang berfungsi meredakan nyeri, serta menurunkan hormon stres seperti kortisol. Selain itu, musik dapat mengalihkan perhatian pasien dari rasa sakit dan pikiran negatif, sehingga tubuh merespons dengan penurunan tekanan emosional dan fisik.

Lebih dari Sekadar Hiburan

Hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa musik bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai terapeutik. Terapi musik klasik dapat menjadi pelengkap pengobatan hipertensi, khususnya untuk mengatasi keluhan nyeri dan kecemasan yang sering menyertai penyakit ini. Bagi rumah sakit dan tenaga kesehatan, pendekatan ini dapat diterapkan dengan relatif mudah, tanpa risiko efek samping seperti pada penggunaan obat-obatan tambahan. Bagi pasien, terapi ini memberikan rasa nyaman, tenang, dan meningkatkan kualitas perawatan secara keseluruhan.

Menuju Pelayanan Kesehatan yang Lebih Holistik

Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan hipertensi. Penyakit kronis tidak cukup ditangani hanya dengan obat, tetapi juga perlu memperhatikan aspek psikologis dan kenyamanan pasien. Terapi musik klasik menjadi salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan sebagai bagian dari pelayanan keperawatan modern. Dengan lingkungan yang kondusif dan penerapan yang tepat, musik dapat menjadi “obat tambahan” yang membantu pasien hipertensi menjalani perawatan dengan lebih tenang dan manusiawi.

Source: https://www.jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/IJHESS/article/view/8330/5781

Author: Mutia,Muhammad Isman Jusuf, Gusti Pandi Liputo

#FKUNGgul

#kedokteranung

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran