
Banda Aceh — Tim Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menyampaikan laporan pelayanan medis dan gambaran terkini kondisi Kabupaten Pidie Jaya kepada Tim Medis Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang akan diterjunkan ke wilayah terdampak bencana. Laporan tersebut menjadi bagian penting dalam proses koordinasi dan kesiapan penugasan tenaga medis di lapangan.
Dalam laporan yang disampaikan, sebanyak 300 dokter telah dikerahkan sejak 28 November 2025 untuk mendukung respons kesehatan darurat di wilayah terdampak. Penugasan ini mencakup 18 kabupaten/kota, dengan 15 wilayah dikategorikan mengalami dampak berat, serta 8 daerah yang baru berhasil dijangkau akibat keterbatasan akses dan infrastruktur pascabencana.
Tim FK USK menjelaskan bahwa tenaga medis menjalani minimal lima hari kerja lapangan secara intensif, dengan fokus pada pelayanan kesehatan dasar, penanganan kasus kegawatdaruratan, serta pendampingan kesehatan masyarakat. Dari sisi logistik, keamanan, keselamatan, serta ketersediaan pangan dan papan bagi tenaga medis telah terjamin, sementara sejumlah kebutuhan pendukung lainnya masih dalam tahap pemenuhan.
Koordinator lapangan, Dr. dr. Rachmad Suhanda, M.Kes., dalam laporannya menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) mengalami kerusakan, bahkan sebagian tidak dapat beroperasi secara optimal. Oleh karena itu, strategi pelayanan medis diarahkan tidak hanya pada penanganan pasien, tetapi juga pada pemulihan dan pengaktifan kembali faskes hingga siap memberikan layanan kesehatan secara normal kepada masyarakat.
Komitmen lintas institusi dalam misi kemanusiaan ini ditegaskan melalui pertemuan koordinasi yang dirangkaikan dengan pelepasan Tim Medis Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang digelar pada 18 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Satgas FK USK, Dr. dr. Rachmad Suhanda, M.Kes., Dekan FK USK Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.O.T., dosen FK USK, dr. Zulfa Zahra, Sp.K.J, serta Tim Medis UNG yang diketuai oleh Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes, selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran UNG.
Selain pelayanan medis kuratif dan preventif, laporan Tim FK USK juga menekankan pentingnya dukungan kesehatan mental dan psikologis bagi masyarakat terdampak, terutama saat kedatangan tim medis di lokasi bencana. Pendekatan psikososial dinilai krusial untuk membantu masyarakat menghadapi trauma serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Laporan ini menjadi acuan penting bagi Tim Medis UNG dalam mempersiapkan strategi intervensi kesehatan di Kabupaten Pidie Jaya. Melalui koordinasi lintas institusi dan sinergi antarperguruan tinggi, diharapkan kehadiran Tim Medis UNG dapat memperkuat pelayanan kesehatan dan mempercepat pemulihan sistem kesehatan di wilayah terdampak secara berkelanjutan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran