
GORONTALO – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) resmi menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV Gorontalo. Acara penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran UNG pada hari Jumat (5/7).
Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK, dan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV Gorontalo, AKP. dr. Agung Darmawan, Sp.M. Penandatanganan perjanjian kerja sama turut dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas.
Kerja sama ini bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan profesi dokter di RS Bhayangkara, khususnya dalam stase Ilmu Kedokteran Forensik. Namun, perjanjian ini juga membuka kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama di cabang ilmu kedokteran lainnya.
Cecy menjelaskan bahwa UNG sebelumnya telah melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding dengan Polri. "Perjanjian kerja sama ini adalah tindak lanjut dari MoU antara Universitas Negeri Gorontalo dan Kepolisian Republik Indonesia yang dilaksanakan pada bulan Mei. Semoga dengan kerja sama ini dapat meningkatkan hubungan baik antara FK UNG dan RS Bhayangkara sebagai RS pendidikan satelit," ujar Cecy.
Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara kedua institusi dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan pendidikan kedokteran serta pelayanan medis di Gorontalo.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran