Waspada Ruam Aneh di Telapak Tangan dan Kaki! Kisah Wanita Muda Didiagnosis Sifilis Sekunder

Oleh: Jesica Mulyadi . 12 Desember 2025 . 14:19:02

Gorontalo – Kasus medis sering kali menyajikan tantangan diagnostik, dan temuan terbaru dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. Aloei Saboe di Gorontalo kembali mengingatkan kita akan bahaya penyakit menular seksual yang gejalanya dapat menipu: Sifilis Sekunder. Sebuah laporan kasus yang diterbitkan oleh Wahjuni Sudibyo dan Taufiq Qurrohman dari Divisi Dermatologi dan Venereologi menyoroti kasus seorang wanita berusia 21 tahun yang datang dengan ruam kulit yang menyebar luas, sebuah kasus yang menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama pada individu muda yang aktif secara seksual.

Apa yang Terjadi pada Pasien?

Pasien, seorang wanita berusia 21 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan utama berupa ruam papula (bintik-bintik menonjol) berwarna merah yang tersebar merata dan tidak gatalCiri-ciri unik ruam tersebut meliputi:

  1. Lokasi Khas: Ruam ditemukan di telapak tangan dan telapak kaki, leher, lipatan paha, dan daerah perineal.
  2. Morfologi: Bintik-bintik tersebut berbentuk seperti lensa (lentikular) dan disertai dengan sisik halus.
  3. Riwayat Kontak: Pasien melaporkan ruam muncul sekitar satu bulan setelah melakukan hubungan seksual tanpa pelindung dengan pasangan baru.
  4. Temuan Fisik Lain: Ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening yang tersebar luas dan tidak nyeri (limfadenopati).
  5. Absennya Luka: Uniknya, pasien ini tidak memiliki luka di area genital atau erosi pada mukosa (seperti sariawan), yang seringkali menjadi petunjuk awal sifilis.

Diagnostik: Tes Serologi

Karena gejala kulitnya dapat menyerupai penyakit lain seperti pityriasis rosea atau eksantema virus, dokter segera melakukan tes serologi untuk memastikan diagnosisDiagnosis Sifilis Sekunder ditegakkan berdasarkan ruam khas di telapak tangan/kaki dan hasil tes serologi yang konfirmasi. Pemeriksaan tambahan untuk HIV menunjukkan hasil negatif.

Pengobatan dan Pemulihan Cepat

Pasien diberikan pengobatan standar sesuai pedoman medis untuk sifilis sekunder: satu kali suntikan intramuskular Benzathine Penicillin G sebanyak 2,4 juta unit.

  1. Hanya dalam waktu 72 jam, dokter mengamati perbaikan klinis.
  2. Ruam merah mulai memudar dan terjadi pengelupasan awal, terutama di telapak tangan dan kaki.
  3. Pasien dijadwalkan untuk pemantauan serologis bulanan untuk memastikan pengobatan berhasil.

Pentingnya Pendekatan Komprehensif

Kasus ini menekankan beberapa poin krusial bagi publik dan tenaga medis:  

  1. "Manifestasi Protean": Sifilis sekunder dikenal sebagai "peniru ulung" karena ruamnya dapat menyerupai banyak kondisi kulit lain. Kewaspadaan tinggi diperlukan jika ruam simetris melibatkan telapak tangan dan kaki.
  2. Pentingnya Riwayat Seksual: Setiap presentasi dermatologis yang tidak dapat dijelaskan harus mendorong pertanyaan rinci mengenai riwayat seksual pasien, terutama pada individu aktif secara seksual.
  3. Bukan Hanya Pengobatan: Penanganan sifilis harus mencakup konseling, pemberitahuan kepada pasangan seksual, dan pengujian untuk mencegah reinfeksi dan penyebaran penyakit lebih lanjut.
  4. Isu Stigma: Ketakutan akan penghakiman dan stigma seringkali menunda pasien mencari pertolongan, yang berpotensi memperburuk penyebaran penyakit. Komunikasi yang sensitif secara budaya dan menghilangkan stigma sangat penting.

 

Source: Cureus Part of Springer Nature

Author: Wahjuni Sudibyo, Taufiq Qurrohman

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran