Gorontalo – Kasus medis sering kali menyajikan tantangan diagnostik, dan temuan terbaru dari Rumah Sakit Umum Prof. Dr. Aloei Saboe di Gorontalo kembali mengingatkan kita akan bahaya penyakit menular seksual yang gejalanya dapat menipu: Sifilis Sekunder. Sebuah laporan kasus yang diterbitkan oleh Wahjuni Sudibyo dan Taufiq Qurrohman dari Divisi Dermatologi dan Venereologi menyoroti kasus seorang wanita berusia 21 tahun yang datang dengan ruam kulit yang menyebar luas, sebuah kasus yang menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama pada individu muda yang aktif secara seksual.
Apa yang Terjadi pada Pasien?
Pasien, seorang wanita berusia 21 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan utama berupa ruam papula (bintik-bintik menonjol) berwarna merah yang tersebar merata dan tidak gatal. Ciri-ciri unik ruam tersebut meliputi:
Diagnostik: Tes Serologi
Karena gejala kulitnya dapat menyerupai penyakit lain seperti pityriasis rosea atau eksantema virus, dokter segera melakukan tes serologi untuk memastikan diagnosisDiagnosis Sifilis Sekunder ditegakkan berdasarkan ruam khas di telapak tangan/kaki dan hasil tes serologi yang konfirmasi. Pemeriksaan tambahan untuk HIV menunjukkan hasil negatif.
Pengobatan dan Pemulihan Cepat
Pasien diberikan pengobatan standar sesuai pedoman medis untuk sifilis sekunder: satu kali suntikan intramuskular Benzathine Penicillin G sebanyak 2,4 juta unit.
Pentingnya Pendekatan Komprehensif
Kasus ini menekankan beberapa poin krusial bagi publik dan tenaga medis:
Source: Cureus Part of Springer Nature
Author: Wahjuni Sudibyo, Taufiq Qurrohman
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran