
GORONTALO – Sebuah studi pilot terbaru yang diterbitkan dalam Jambura Medical and Health Science Journal mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kesehatan para pengemudi becak motor (bentor) di Kota Gorontalo. Penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas kusir bentor di wilayah tersebut terindikasi mengalami kelainan saraf atau neuropati akibat kondisi kerja yang kurang ergonomis. Neuropati sendiri merupakan penyakit mikrovaskular yang menyerang pembuluh darah kecil penyuplai saraf , ditandai dengan gejala seperti kesemutan kaki, nyeri seperti terbakar, mati rasa, hingga ketidakstabilan saat berdiri atau berjalan.
Penelitian yang dilakukan pada Juli 2024 ini melibatkan 30 pengemudi bentor sebagai sampel melalui metode purposive sampling. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode standar medis, yaitu Neuropathy System Score (NSS) untuk gejala subjektif dan Neuropathy Deficit Score (NDS) untuk pemeriksaan fisik objektif. Hasil skrining menunjukkan angka prevalensi yang sangat mengkhawatirkan:
Catatan Medis: Perbedaan hasil antara NSS dan NDS terjadi karena NSS mengukur keluhan yang dirasakan langsung oleh pengemudi (seperti nyeri dan kesemutan) , sementara NDS mengukur kerusakan fisik nyata (seperti penurunan refleks tendon dan kekuatan otot). Hal ini menandakan banyak supir yang sudah merasakan gejala berat meski kerusakan fisik sarafnya masih di tahap awal.
Mengapa Pengemudi Bentor Sangat Rentan? Kondisi kerja pengemudi bentor di jalanan urban disinyalir menjadi pemicu utama kerusakan saraf tepi ini. Berdasarkan analisis karakteristik responden, terdapat beberapa faktor eksternal dan pekerjaan yang saling berkaitan:
Mengingat tingginya angka penemuan kasus pada studi awal ini, para peneliti menekankan pentingnya langkah preventif dan keterlibatan pemangku kebijakan kesehatan. Beberapa solusi nyata yang direkomendasikan meliputi:
Meskipun penelitian ini masih bersifat studi pilot dengan jumlah sampel terbatas , hasil yang ditemukan menjadi alarm keras bagi kesehatan para pekerja sektor informal di Indonesia, khususnya para pengemudi transportasi tradisional lokal.
Author: Alviyani M. Adzani, Sri Manovita Pateda, Muh. Isman Jusuf3 Vivien Novarina A. Kasim, Chairul Wahjud
Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JMHSJ/article/view/29321/pdf
#FKUNGgul
#kedokteranung