Waspada! Supir Bentor di Gorontalo Berisiko Tinggi Alami Gangguan Saraf Akibat Kerja

Oleh: Jesica Mulyadi . 12 Mei 2026 . 22:07:40

GORONTALO – Sebuah studi pilot terbaru yang diterbitkan dalam Jambura Medical and Health Science Journal mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kesehatan para pengemudi becak motor (bentor) di Kota Gorontalo. Penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas kusir bentor di wilayah tersebut terindikasi mengalami kelainan saraf atau neuropati akibat kondisi kerja yang kurang ergonomis. Neuropati sendiri merupakan penyakit mikrovaskular yang menyerang pembuluh darah kecil penyuplai saraf , ditandai dengan gejala seperti kesemutan kaki, nyeri seperti terbakar, mati rasa, hingga ketidakstabilan saat berdiri atau berjalan.

Penelitian yang dilakukan pada Juli 2024 ini melibatkan 30 pengemudi bentor sebagai sampel melalui metode purposive sampling. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode standar medis, yaitu Neuropathy System Score (NSS) untuk gejala subjektif dan Neuropathy Deficit Score (NDS) untuk pemeriksaan fisik objektif. Hasil skrining menunjukkan angka prevalensi yang sangat mengkhawatirkan:

  1. Melalui Skrining NSS (Gejala Subjektif): Sebanyak 73,3% pengemudi dinyatakan positif neuropati. Tingkat keparahan didominasi oleh kategori neuropati sedang (30,0%).
  2. Melalui Skrining NDS (Tanda Objektif Fisik): Sebanyak 66,6% pengemudi terdeteksi positif neuropati , dengan mayoritas berada pada tingkat neuropati ringan (43,3%).

 Catatan Medis: Perbedaan hasil antara NSS dan NDS terjadi karena NSS mengukur keluhan yang dirasakan langsung oleh pengemudi (seperti nyeri dan kesemutan) , sementara NDS mengukur kerusakan fisik nyata (seperti penurunan refleks tendon dan kekuatan otot). Hal ini menandakan banyak supir yang sudah merasakan gejala berat meski kerusakan fisik sarafnya masih di tahap awal.

Mengapa Pengemudi Bentor Sangat Rentan? Kondisi kerja pengemudi bentor di jalanan urban disinyalir menjadi pemicu utama kerusakan saraf tepi ini. Berdasarkan analisis karakteristik responden, terdapat beberapa faktor eksternal dan pekerjaan yang saling berkaitan:

  1. Durasi Kerja Ekstrem dan Postur Tidak Ergonomis: Mayoritas responden dalam studi ini (80%) bekerja di jalanan dengan durasi lebih dari 8 jam per hari. Berada dalam posisi duduk yang statis dan ruang gerak terbatas dalam waktu lama dapat menyumbat sirkulasi darah dan menekan saraf di area punggung bawah serta kaki (iskemia).
  2. Paparan Getaran Mesin dan Gerakan Repetitif: Mesin kendaraan menghasilkan getaran mekanis secara terus-menerus yang merambat ke tubuh pengemudi. Paparan getaran jangka panjang ini berisiko mengikis myelin (lapisan pelindung saraf). Ditambah lagi, gerakan kaki yang berulang-ulang saat menekan rem dan tuas kopling/gigi memberikan beban mekanis berlebih pada otot dan saraf kaki.
  3. Faktor Kebiasaan Merokok: Sebanyak 43,3% pengemudi merupakan perokok sedang (11–20 batang/hari dengan durasi >10 tahun). Zat beracun dalam rokok seperti nikotin dan karbon monoksida mempersempit pembuluh darah kecil, mengurangi suplai oksigen ke saraf perifer, serta mempercepat kerusakan akson saraf.

Mengingat tingginya angka penemuan kasus pada studi awal ini, para peneliti menekankan pentingnya langkah preventif dan keterlibatan pemangku kebijakan kesehatan. Beberapa solusi nyata yang direkomendasikan meliputi:

  1. Modifikasi Ergonomis: Desain ulang pada jok kemudi dan pedal kaki bentor untuk meminimalkan tekanan saraf.
  2. Program Edukasi Kesehatan: Sosialisasi mengenai pentingnya pembatasan jam kerja, edukasi berhenti merokok, serta pengelolaan kesehatan metabolik.
  3. Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Skrining deteksi dini neuropati secara berkala oleh fasilitas kesehatan bagi para pekerja sektor transportasi.

Meskipun penelitian ini masih bersifat studi pilot dengan jumlah sampel terbatas , hasil yang ditemukan menjadi alarm keras bagi kesehatan para pekerja sektor informal di Indonesia, khususnya para pengemudi transportasi tradisional lokal.

Author: Alviyani M. Adzani, Sri Manovita Pateda, Muh. Isman Jusuf3 Vivien Novarina A. Kasim, Chairul Wahjud

Sources: https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JMHSJ/article/view/29321/pdf

#FKUNGgul

#kedokteranung

Informasi

Agenda