GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan mengukuhkan sebanyak 700 lulusan pada prosesi Wisuda ke-61, yang berlangsung khidmat di Auditorium UNG, Selasa (23/6). Para wisudawan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program diploma, sarjana, profesi, magister, hingga doktor. Dari ratusan lulusan yang dikukuhkan, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) turut mencatatkan capaian membanggakan dengan mengukuhkan 35 dokter baru. Capaian tersebut semakin istimewa karena 17 dokter berhasil meraih predikat cum laude, menunjukkan kualitas akademik lulusan profesi dokter yang semakin kompetitif dan unggul.
Prestasi akademik tertinggi pada lulusan profesi dokter diraih oleh dr. Taufiqqurahman mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada periode ini. Pencapaian tersebut menjadi bukti dedikasi, konsistensi, dan kerja keras selama menempuh pendidikan profesi dokter di FK UNG. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., didampingi jajaran Senat Universitas. Momentum ini menjadi puncak perjalanan akademik para mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan di kampus yang dikenal sebagai kampus kerakyatan tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor UNG menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang berhasil menuntaskan pendidikan mereka. Menurutnya, gelar akademik yang diraih bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang penuh dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan. “Keberhasilan hari ini bukan hanya milik para wisudawan, tetapi juga milik orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh sivitas akademika yang telah memberikan dukungan sepanjang proses pendidikan,” ujar Rektor.
Ia menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan titik awal untuk memasuki babak kehidupan yang lebih luas. Para lulusan kini memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut rektor, dunia saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. “Kelulusan ini adalah awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Jadilah insan yang terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Bawalah nama baik almamater dengan karya dan prestasi yang bermanfaat bagi bangsa,” pesannya.
Bagi Fakultas Kedokteran UNG, pengukuhan 35 dokter baru ini menjadi bagian penting dari kontribusi institusi dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga medis yang berkualitas di Indonesia Timur. Kehadiran dokter-dokter baru yang kompeten diharapkan mampu memperkuat akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.
Wisuda ke-61 ini sekaligus menegaskan komitmen UNG dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan semangat pengabdian. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan siap menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran