Workshop Dosen Pembimbing Akademik: Menjadi Pendengar yang Bermakna; Keterampilan Dasar Dukungan Psikologis Untuk Dosen PA

Oleh: Jesica Mulyadi . 11 Agustus 2025 . 14:43:04

Gorontalo – Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar workshop penguatan peran dosen Pembimbing Akademik (PA) dengan tema “Menjadi Pendengar yang Bermakna; Keterampilan Dasar Dukungan Psikologis Untuk Dosen PA”. Workshop ini dilaksanakan di UTC Damhil pada Sabtu, 9 Agustus 2025 dan dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Moh. Hidayat Koniyo, ST., M.Kom., Dekan dan Wakil Dekan di Lingkungan UNG, Kepala Biro, Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan, Ketua Bidang dan jajarannya di UPA BK, dan dosen perwakilan fakultas di lingkungan UNG.

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengirimkan 5 orang perwakilan dosen baru untuk menghadiri workshop penguatan peran dosen Pembimbing Akademik (PA) dengan tema “Menjadi Pendengar yang Bermakna; Keterampilan Dasar Dukungan Psikologis Untuk Dosen PA”. Workshop ini penting dilakukan mengingat semakin meningkatnya tantangan yang dihadapi mahasiswa, terutama terkait kesejahteraan psikologis.

Ketua Bidang Bimbingan dan Konseling UPA Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo, Indriani Idris, S.Pd., M.Pd., mengatakan dosen pembimbing akademik (PA) tidak hanya sebatas pengarah studi mahasiswa, tetapi juga sebagai figur yang mampu memberikan dukungan secara psikologis dengan empati dan kepedulian. “Berdasarkan hasil asesmen yang kami bagikan kepada mahasiswa rata rata masalah yang sering dihadapi mahasiswa dengan dosen Pembimbing Akademik (PA) seperti komunikasi (dosen PA sulit ditemui, lambat membalas pesan/email, atau jarang hadir saat dibutuhkan), kurangnya pendampingan dan bimbingan (mahasiswa merasa tidak mendapatkan arahan yang jelas atau tidak diberi waktu yang cukup untuk konsultasi); ketidaksesuaian gaya komunikasi (dosen terkesan kaku, sementara mahasiswa mungkin butuh pendekatan yang lebih santai dan suportif); tidak mengenal mahasiswanya dengan baik (dosen PA tidak terlalu mengenal latar belakang atau kesulitan masing-masing mahasiswa karena banyaknya jumlah bimbingan),” Ujarnya.

Lebih lanjut Indri juga berharap melalui workshop ini para dosen PA agar dapat memperkuat peran Bapak/Ibu dalam mendampingi mahasiswa, dengan keterampilan-keterampilan dasar, seperti mendengarkan aktif, memahami emosi mahasiswa, serta memberikan respons yang membangun tanpa menghakimi. Karena kami percaya, mahasiswa yang merasa dipahami dan didampingi secara utuh akan lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun pribadi, serta berkembang menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.Menanggapi temuan tersebut, Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan dan Keuangan, Dr. Moh. Hidayat Koniyo, ST., M.Kom. menekankan pentingnya peran dosen pembimbing akademik.“Kehadiran kita pada workshop hari ini mudah-mudahan dapat mengimplementasikan ilmu yang kita dapat dan berharap ada perubahan. Kemudian kita bina mereka, sesuai dengan generasi, agar kita dapat menggali kompetensi mereka secara maksimal, outputnya nanti ke akreditasi kita unggul,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan beberapa narasumber yang berlatar belakang bimbingan dan konseling dan psikolog yang memberikan edukasi tentang menjadi pendengar yang bermakna, psychological first aid, dan peran dosen PA dalam ekosistem kesejahteraan mahasiswa.

Dr. Tuti Wantu, M.Pd. salah satu narasumber memaparkan tentang pentingnya dosen PA menjadi pendengar yang bermakna. “Pendengar yang bermakna merupakan seni mendengarkan aktif dan empati. Saat menjadi pendengar, dosen PA harus menanamkan nilai kemanusiaan, harus menjadi “pendengar yang bermakna”, maksudnya harus perhatian, empati, dan fokus terhadap mahasiswa,” ungkapnya.

Narasumber lainnya, Aisyah Ummu Hamidah, M.Pd memaparkan tentang psychological first aid. “saya berharap Dosen PA dapat menjadi Psychological First Aid (PFA). PFA merupakan pertolongan pertama dalam penyembuhan psikologis melalui penguatan mental pada kondisi krisis mahasiwa dengan cara mendengarkan dan memahami.

Sri Wahyuningsi M Polinggapo, M.Psi., Psikolog, salah seorang narasumber yang merupakan seorang psikolog membahas tentang peran dosen PA dalam ekosistem kesejahteraan mahasiswa. “Peran dosen PA itu ada 4, yaitu sebagai pedamping, artinya menyediakan kehadiran yang suportif dan konsisten bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik dan personal mereka; sebagai pengarah, artinya ; memberi panduan kepada mahasiswa untuk mengenal diri, membuat pilihan akademik, dan menghadapi tantangan kehidupan kampus sebagai penghubung, artinya ; menjadi jembatan antara mahasiswa dan berbagai sumber daya kampus yang dapat mendukung kesejahteraannya sebagai pendukung kesejahteraan, artinya mendeteksi secara dini tanda-tanda mahasiswa mengalami kesulitan dan menjadi pelindung psikososial awal.

Workshop ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi dosen pembimbing akademik untuk lebih proaktif dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa, baik dalam hal akademik maupun psikologis, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan studi mahasiswa dan mengurangi angka putus studi.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran