Apakah Obat Kolesterol Bisa Mempengaruhi Buang Air Kecil? Ini Penjelasan Hasil Penelitiannya

Oleh: Jesica Mulyadi . 16 Agustus 2026 . 14:46:49

Bagi penderita kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, obat Simvastatin tentu sudah tidak asing lagi. Obat penurun kolesterol jahat ini menjadi salah satu obat wajib yang rutin diberikan oleh dokter, termasuk kepada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) BPJS Kesehatan. Perannya sangat penting untuk melindungi pembuluh darah serta mencegah komplikasi mematikan seperti serangan jantung dan stroke. Namun, di samping manfaat besarnya yang vital, pernahkah Anda merasa lebih sering terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil? Atau merasa aliran kencing menjadi kurang lancar dan tidak tuntas?

Sebuah studi medis terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (Hasanuddin et al., 2026) mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mereka meneliti hubungan antara penggunaan rutin Simvastatin dengan kemunculan gejala gangguan saluran kemih bagian bawah, yang dalam bahasa medis dikenal sebagai LUTS (Lower Urinary Tract Symptoms).

Mengenal LUTS: Keluhan Kencing yang Sering Diabaikan

Banyak orang menganggap sering kencing di malam hari atau kencing tersendat sebagai hal yang wajar akibat bertambahnya usia. Padahal, kumpulan gejala ini memiliki istilah medis tersendiri (LUTS) yang meliputi:

  • Nokturia: Sering terbangun beberapa kali di malam hari khusus untuk buang air kecil.
  • Kencing Tidak Tuntas: Perasaan masih ada sisa urine yang tertahan setelah selesai berkemih.
  • Aliran Urine Lemah: Pancaran kencing terasa memelan, terputus-putus, atau perlu mengejan.
  • Desakan Kencing (Urgency): Rasa ingin kencing yang muncul tiba-tiba dan sulit ditahan.

Apa yang Ditemukan oleh Penelitian Ini?

Penelitian ini melibatkan 96 pasien PROLANIS di wilayah perkotaan, semi-kota, hingga pedesaan di Provinsi Gorontalo. Dari hasil evaluasi, peneliti menemukan beberapa fakta penting:

  • Minum Obat Tidak Otomatis Bikin Sakit Kencing: Secara umum, minum Simvastatin tidak langsung menyebabkan seseorang menderita gangguan kencing. Ketika dibandingkan secara sederhana antara kelompok yang minum obat dan tidak minum obat, angka kejadian gangguan kencing tidak menunjukkan perbedaan yang drastis.
  • Penggunaan Lama dan Intensif Berpengaruh Ringan: Ketika peneliti melihat durasi dan intensitas minum obat (khususnya pasien yang mengonsumsi rutin lebih dari 6 bulan), ditemukan adanya hubungan positif. Artinya, semakin lama dan semakin intensif seseorang minum Simvastatin, gejala gangguan kencing cenderung terasa sedikit lebih berat.
  • Mempengaruhi Kualitas Tidur dan Kenyamanan: Gejala yang paling banyak dikeluhkan pasien adalah sering terbangun di malam hari untuk kencing. Kondisi ini terbukti mengganggu kualitas tidur dan menurunkan kenyamanan hidup sehari-hari pasien.

Mengapa Obat Kolesterol Bisa Berdampak pada Saluran Kemih?

Secara biologis, Simvastatin bekerja dengan cara menekan produksi kolesterol di dalam tubuh. Namun, kolesterol dalam jumlah tertentu sebenarnya dibutuhkan oleh sel-sel tubuh, termasuk untuk membentuk lapisan pelindung saraf dan menjaga struktur dinding kandung kemih. Ketika kadar kolesterol pada tingkat sel berkurang akibat penggunaan obat jangka panjang, hal tersebut dapat membuat otot dan saraf di sekitar kandung kemih menjadi lebih sensitif atau mudah terangsang untuk berkemih.

Imbauan Penting: Jangan Hentikan Obat Anda!

Meskipun penelitian ini menemukan adanya keterkaitan antara penggunaan Simvastatin dan gejala kencing, para peneliti dan dokter sangat melarang pasien untuk menghentikan konsumsi obat secara sepihak. Manfaat Simvastatin dalam mencegah serangan jantung dan stroke jauh lebih besar dan fatal dibandingkan efek samping pada saluran kemih.

Langkah Terbaik yang Bisa Anda Lakukan:

  • Tetap Minum Obat: Lanjutkan konsumsi Simvastatin sesuai instruksi dokter.
  • Konsultasikan Keluhan: Jika Anda sering terbangun di malam hari hingga mengganggu waktu tidur, sampaikan keluhan ini saat jadwal kontrol rutin di Puskesmas atau klinik.
  • Pemeriksaan Dokter: Dokter akan memeriksa apakah gangguan kencing tersebut dipicu oleh obat, faktor usia, masalah prostat (pada pria), diabetes, atau kondisi medis lainnya.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran