Bayang-Bayang KEK dan Infeksi Kehamilan: Potret Ancaman Bayi Lahir Berat Rendah di Pohuwato

Oleh: Jesica Mulyadi . 7 Agustus 2026 . 20:51:38

POHUWATO — Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)—yaitu kondisi bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2.500 gram—masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak dan tingkat kematian neonatal di Indonesia. Di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, permasalahan gizi dan kesehatan ibu hamil menjadi perhatian utama yang memicu tingginya angka BBLR di wilayah kerja puskesmas setempat.

Sebuah studi ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Promotif Preventif (Februari 2026) mengungkap bahaya berlipat yang dihadapi oleh ibu hamil di daerah tersebut. Penelitian yang dipimpin oleh Astuti Lasalutu bersama tim peneliti dari Program Pascasarjana dan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo ini meneliti rekam medis ibu melahirkan di wilayah Puskesmas Lemito dan Puskesmas Wonggarasi I.

Penyakit Infeksi dan KEK: Kombinasi Berbahaya Naikkan Risiko 5 Kali Lipat

Temuan paling krusial dari penelitian multivariat ini menunjukkan bahwa kondisi Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang dialami ibu hamil akan menjadi sangat fatal jika disertai penyakit infeksi selama masa kehamilan. Peneliti menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami KEK sekaligus penyakit infeksi memiliki risiko hingga 5,11 kali lebih tinggi melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu hamil tanpa kedua kondisi tersebut. "Penyakit infeksi pada masa kehamilan memicu respon inflamasi sistemik yang dapat mengganggu aliran nutrisi dan oksigen ke janin serta memicu persalinan prematur. Ketika infeksi ini menyerang ibu yang sudah mengalami kekurangan energi kronik, dampaknya langsung melumpuhkan tumbuh kembang janin di dalam kandungan," terang tim peneliti dalam laporan studi tersebut.

Pendidikan, Paritas, dan Kunjungan ANC Turut Menentukan

Selain penyakit infeksi dan KEK, penelitian ini juga memetakan faktor-faktor reproduksi serta sosial-ekonomi lain yang berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di Pohuwato:

  1. Kunjungan Antenatal Care (ANC): Ibu hamil KEK dengan frekuensi kunjungan ANC yang kurang memiliki risiko 3,25 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR. Kurangnya pemantauan kehamilan membuat risiko komplikasi gizi dan penyakit tidak terdeteksi secara dini.
  2. Tingkat Pendidikan: Ibu berpendidikan rendah lebih rentan melahirkan bayi BBLR. Hal ini berkaitan erat dengan keterbatasan akses informasi mengenai gizi seimbang dan perawatan kehamilan.
  3. Paritas (Jumlah Persalinan): Ibu hamil KEK dengan jumlah persalinan tinggi (multigravida) memiliki risiko 2,18 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR. Kehamilan yang terlalu sering dapat melemahkan kondisi fisik dan otot rahim ibu.
  4. Pekerjaan Ibu: Aktivitas dan jenis pekerjaan ibu juga terbukti memiliki hubungan bermakna terhadap risiko melahirkan bayi dengan berat badan kurang.

Rekomendasi: Mitigasi Gizi dan Penguatan Layanan Kesehatan PrimerGuna menekan angka kejadian BBLR di Kabupaten Pohuwato, para peneliti menekankan pentingnya langkah pencegahan ganda di tingkat layanan kesehatan dasar (Puskesmas dan Posyandu). Langkah mendesak yang harus dilakukan meliputi penguatan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat sasaran bagi ibu hamil KEK, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah infeksi, serta peningkatan kualitas dan kepatuhan pemeriksaan kehamilan (ANC). Pemantauan ketat sejak dini menjadi kunci agar calon bayi dapat lahir sehat dengan berat badan optimal.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran