FK UNG Perkuat Pendidikan Kebencanaan, Pelajari Sistem INATEX di BMKG Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 25 Juli 2026 . 23:13:52

GORONTALO — Penguatan kapasitas pendidikan kebencanaan terus dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan akademik ke Kantor BMKG Stasiun Geofisika Provinsi Gorontalo untuk mempelajari Indonesia Tsunami and Earthquake Exercise (INATEX), Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran Manajemen Bencana di FK UNG. Melalui kunjungan tersebut, tim FK UNG memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat sistem latihan, edukasi, dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami yang dikembangkan untuk mendukung pengurangan risiko bencana di Indonesia. Kunjungan tersebut dihadiri Kepala BMKG Stasiun Geofisika Provinsi Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, S.Si., M.Si., bersama jajaran. Dari FK UNG hadir Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., yang sekaligus merupakan pengajar Mata Kuliah Manajemen Bencana, bersama tim pengajar dan tenaga kependidikan.

Bagi FK UNG, pembelajaran kebencanaan tidak cukup dilakukan hanya melalui teori di ruang kelas. Pemahaman mengenai bagaimana bencana dipantau, bagaimana informasi risiko disampaikan, dan bagaimana masyarakat serta tenaga kesehatan dipersiapkan menghadapi situasi darurat menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi calon dokter. Melalui kegiatan di BMKG, tim FK UNG mempelajari konsep dan mekanisme INATEX sebagai salah satu platform yang mendukung latihan dan edukasi terkait ancaman gempa bumi dan tsunami.

INATEX dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan edukasi kebencanaan yang mendukung upaya pengurangan risiko bencana secara nasional. Platform tersebut mencakup pembelajaran berbasis digital (e-learning), pelaksanaan Tabletop Exercise (TTX), penyediaan informasi mengenai risiko bencana, serta pengumpulan data yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemanfaatan berbagai instrumen tersebut memberikan gambaran bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Informasi mengenai ancaman bencana yang dihasilkan lembaga teknis seperti BMKG perlu dipahami dan diterjemahkan oleh berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan, agar dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan saat terjadi keadaan darurat.

Dalam konteks pendidikan kedokteran, pemahaman tersebut menjadi semakin penting. Dokter dan tenaga kesehatan memiliki posisi strategis dalam situasi bencana karena tidak hanya berhadapan dengan korban setelah kejadian, tetapi juga memiliki peran dalam perencanaan kesiapsiagaan, mitigasi, respons kedaruratan, hingga pemulihan kesehatan masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., mengatakan pembelajaran Manajemen Bencana perlu terus dikembangkan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai siklus penanggulangan bencana. Menurutnya, mahasiswa kedokteran perlu memahami bahwa penanganan bencana tidak hanya dimulai ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum kejadian melalui pemetaan risiko, edukasi masyarakat, latihan, koordinasi, serta pemahaman terhadap sistem peringatan dini.

Kunjungan ke BMKG menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan mahasiswa dan pengajar dengan institusi yang memiliki peran penting dalam penyediaan informasi terkait gempa bumi dan tsunami. Interaksi tersebut juga membuka ruang bagi penguatan jejaring antara perguruan tinggi dan lembaga teknis kebencanaan. Kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk membangun sistem pendidikan kebencanaan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Bagi wilayah seperti Gorontalo yang memiliki potensi ancaman bencana geologi dan berada dalam kawasan yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi, peningkatan literasi kebencanaan menjadi bagian penting dari pembangunan ketahanan masyarakat. Karena itu, penguatan pendidikan kebencanaan di lingkungan FK UNG tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan mahasiswa yang memahami teori, tetapi juga calon dokter yang mampu bekerja dalam sistem penanggulangan bencana secara terkoordinasi.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen FK UNG dalam mengembangkan pendidikan kedokteran yang responsif terhadap karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan mengenai gempa bumi, tsunami, sistem peringatan dini, simulasi, serta komunikasi risiko diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya terlibat dalam pelayanan kesehatan pada situasi kedaruratan dan bencana.

Melalui sinergi dengan BMKG, FK UNG terus mendorong agar pendidikan manajemen bencana menjadi bagian yang semakin kuat dalam pembentukan kompetensi dokter. Upaya tersebut diharapkan berkontribusi pada lahirnya tenaga kesehatan yang tidak hanya siap memberikan pelayanan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana. Dari Gorontalo, penguatan kolaborasi pendidikan dan kebencanaan tersebut menjadi bagian dari kontribusi FK UNG dalam mendukung agenda nasional pengurangan risiko bencana serta membangun ketahanan kesehatan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran