Gambaran Faktor Risiko dan Tipe Jaringan pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 24 Agustus 2026 . 10:43:48

Kanker serviks (kanker leher rahim) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama bagi perempuan di seluruh dunia maupun di Indonesia. Penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18) yang berlangsung secara terus-menerus (persisten). Untuk memahami lebih dalam pola kejadian penyakit ini di tingkat lokal, penelitian yang dilakukan oleh Dewani et al. (2026) mengevaluasi profil faktor risiko reproduksi serta karakteristik jaringan (histopatologi) pasien kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe, Gorontalo, untuk periode diagnosis Januari 2023 hingga Juli 2025. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik penarikan sampel secara menyeluruh (total sampling), yang mencakup 30 pasien yang memiliki rekam medis dan hasil pemeriksaan laboratorium patologi anatomi yang lengkap.

Faktor Risiko Usia dan Reproduksi Pasien

Hasil pengamatan terhadap riwayat pasien menunjukkan sejumlah gambaran penting terkait faktor risiko:

  • Kelompok Usia: Sebagian besar penderita berada pada kelompok usia dewasa lanjut atau lansia awal, yaitu rentang usia 46–55 tahun (36,7%), diikuti oleh kelompok usia 56–65 tahun (23,3%). Kemunculan kasus yang lebih dominan pada usia ini sejalan dengan perjalanan alami infeksi HPV yang membutuhkan waktu bertahun-tahun (bahkan hingga lebih dari 10 tahun) untuk berkembang dari lesi pra-kanker menjadi kanker invasif, ditambah dengan adanya penurunan daya tahan tubuh seiring bertambahnya usia.
  • Riwayat Kehamilan dan Persalinan (Paritas): Mayoritas pasien tergolong multipara, yaitu telah melahirkan sebanyak 2 hingga 4 kali (66,7%). Frekuensi kehamilan dan persalinan yang tinggi berkaitan dengan perubahan hormonal selama masa kehamilan serta potensi trauma ringan pada leher rahim saat proses persalinan, yang dapat memfasilitasi masuk dan berkembangnya virus HPV.
  • Status Pernikahan dan Usia Pernikahan Pertama: Seluruh pasien dalam penelitian ini berstatus telah menikah (100%), di mana mayoritas di antaranya menikah satu kali (73,3%). Proporsi usia saat pertama kali menikah terbagi rata antara kelompok usia di bawah 20 tahun (50%) dan kelompok usia 20–35 tahun (50%). Pernikahan atau aktivitas seksual pada usia muda (di bawah 20 tahun) memiliki risiko lebih tinggi karena kondisi sel-sel leher rahim pada usia tersebut masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan mengalami kerusakan dan infeksi virus.

Profil Jaringan (Histopatologi) Kanker Serviks

Berdasarkan pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan leher rahim (histopatologi), ditemukan tiga bentuk tipe kanker utama:

  • Karsinoma Sel Skuamosa: Merupakan tipe yang paling mendominasi, dialami oleh 66,7% pasien. Tipe ini berasal dari sel-sel gepeng (skuamosa) di area luar leher rahim dan sering dikaitkan dengan infeksi HPV tipe 16. Sebagian besar dari tipe ini merupakan subtipe non-keratinizing (53,3% dari total kasus), yang mencerminkan sifat sel kanker yang terus membelah secara cepat sebelum sempat membentuk lapisan tanduk (keratin).
  • Adenokarsinoma: Ditemukan pada 23,3% pasien. Jenis ini berkembang dari sel-sel kelenjar di saluran dalam leher rahim dan umumnya dipicu oleh infeksi HPV tipe 18.
  • Karsinoma Adenoskuamosa: Ditemukan pada 10,0% pasien, yang merupakan bentuk campuran antara sel skuamosa dan sel kelenjar.

Kesimpulan dan Implikasi Kesehatan

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kasus kanker serviks di wilayah Gorontalo sebagian besar teridentifikasi pada perempuan usia dewasa lanjut yang memiliki faktor risiko riwayat reproduksi (seperti melahirkan beberapa kali dan melakukan pernikahan di usia muda). Tipe jaringan yang paling banyak ditemukan adalah karsinoma sel skuamosa. Temuan ini memberikan pesan penting bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat daerah. Karena kanker serviks berkembang secara perlahan dan sering kali tanpa gejala pada stadium awal, penguatan program pencegahan seperti vaksinasi HPV pada usia muda serta skrining rutin (seperti tes IVA atau Pap Smear) pada perempuan yang sudah menikah atau aktif secara seksual menjadi langkah prioritas yang sangat krusial untuk mendeteksi serta menangani perubahan sel pra-kanker sedini mungkin.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran