Kanker serviks (kanker leher rahim) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama bagi perempuan di seluruh dunia maupun di Indonesia. Penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi (terutama tipe 16 dan 18) yang berlangsung secara terus-menerus (persisten). Untuk memahami lebih dalam pola kejadian penyakit ini di tingkat lokal, penelitian yang dilakukan oleh Dewani et al. (2026) mengevaluasi profil faktor risiko reproduksi serta karakteristik jaringan (histopatologi) pasien kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe, Gorontalo, untuk periode diagnosis Januari 2023 hingga Juli 2025. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik penarikan sampel secara menyeluruh (total sampling), yang mencakup 30 pasien yang memiliki rekam medis dan hasil pemeriksaan laboratorium patologi anatomi yang lengkap.
Faktor Risiko Usia dan Reproduksi Pasien
Hasil pengamatan terhadap riwayat pasien menunjukkan sejumlah gambaran penting terkait faktor risiko:
Profil Jaringan (Histopatologi) Kanker Serviks
Berdasarkan pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan leher rahim (histopatologi), ditemukan tiga bentuk tipe kanker utama:
Kesimpulan dan Implikasi Kesehatan
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kasus kanker serviks di wilayah Gorontalo sebagian besar teridentifikasi pada perempuan usia dewasa lanjut yang memiliki faktor risiko riwayat reproduksi (seperti melahirkan beberapa kali dan melakukan pernikahan di usia muda). Tipe jaringan yang paling banyak ditemukan adalah karsinoma sel skuamosa. Temuan ini memberikan pesan penting bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di tingkat daerah. Karena kanker serviks berkembang secara perlahan dan sering kali tanpa gejala pada stadium awal, penguatan program pencegahan seperti vaksinasi HPV pada usia muda serta skrining rutin (seperti tes IVA atau Pap Smear) pada perempuan yang sudah menikah atau aktif secara seksual menjadi langkah prioritas yang sangat krusial untuk mendeteksi serta menangani perubahan sel pra-kanker sedini mungkin.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran