
GORONTALO — Jerawat atau Acne Vulgaris (AV) sering kali disepelakan sebagai gangguan kulit biasa pada masa remaja dan dewasa muda. Namun, bagi para calon dokter yang dibayangi jadwal kuliah padat dan tingkat stres akademik yang tinggi, kehadiran jerawat ternyata membawa beban emosional dan sosial yang jauh lebih dalam. Sebuah studi ilmiah terbaru yang dimuat dalam Journal of Health and Medical Science (2026) mengungkapkan bagaimana tingkat keparahan jerawat berdampak nyata terhadap kualitas hidup mahasiswa. Penelitian yang dipimpin oleh Arif Supriadi Rum Machmoed bersama tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini melibatkan 39 mahasiswa kedokteran angkatan 2023 dan 2024 yang sedang mengalami jerawat.
Hubungan Nyata: Makin Parah Jerawat, Kualitas Hidup Makin Tertekan
Dengan mengukur dampak psikososial menggunakan instrumen Cardiff Acne Disability Index (CADI), penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara derajat keparahan jerawat dan penurunan kualitas hidup mahasiswa. Semakin berat peradangan jerawat di wajah, semakin besar pula gangguan pada aspek psikologis, rasa percaya diri, kenyamanan berinteraksi sosial, hingga aktivitas belajar sehari-hari.
Gambaran Keparahan Jerawat (Lehmann Grading):
Tingkat Gangguan Kualitas Hidup (CADI):
Dinamika Usia, Gender, dan Fenomena Kepercayaan Diri
Riset ini juga memotret temuan menarik terkait karakteristik penderita jerawat di lingkungan kampus:
Lingkaran Setan Stres Akademik dan Pentingnya Pendekatan Holistik
Tekanan akademik yang tinggi pada mahasiswa kedokteran memicu hormon stres (kortisol) yang dapat merangsang produksi minyak berlebih dan memperparah peradangan jerawat. Kondisi kulit yang memburuk ini kemudian memicu stres emosional baru, sehingga menciptakan lingkaran setan (vicious cycle). Tim peneliti menekankan bahwa penanganan jerawat pada penderita dewasa muda tidak boleh hanya berfokus pada perawatan fisik atau kosmetik semata. Diperlukan pendekatan yang holistik, termasuk edukasi perawatan kulit yang benar, promosi rasa percaya diri (self-esteem), serta ketersediaan dukungan psikososial di lingkungan kampus agar mental para calon dokter tetap terjaga.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran