Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Masalah ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak jangka panjang pada perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga tingkat produktivitas saat dewasa. Secara nasional maupun daerah, angka stunting masih terus ditekan. Di Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo mencatatkan prevalensi stunting tertinggi di tingkat kabupaten/kota. Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan ini adalah Puskesmas Kota Tengah.
Penanganan stunting tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan pangan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh pola pemberian makan anak. Salah satu pendekatan kunci yang direkomendasikan secara global adalah responsive feeding, yaitu pola pemberian makan aktif yang menekankan interaksi dua arah antara pengasuh dan anak. Pendekatan ini menuntut pemahaman serta respons positif ibu dalam mengenali sinyal lapar dan kenyang anak. Untuk melihat sejauh mana peran pengetahuan dan sikap ibu terhadap penerapan responsive feeding ini, Sitti Azahra Suleman, Sri Andriani Ibrahim, dan Cindy Puspita Sari Haji Jafar dari Universitas Negeri Gorontalo melakukan sebuah studi analitik di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Metode Penelitian
Studi kuantitatif ini menggunakan desain observasional cross-sectional dan berlangsung pada November 2025 hingga Januari 2026. Dari total populasi 105 ibu yang memiliki balita dengan gangguan pertumbuhan di wilayah tersebut, sebanyak 83 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur serta pengukuran status gizi anak. Selanjutnya, data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square pada tingkat signifikansi alpha = 0,05.
Hasil Penelitian: Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Status Stunting
Dari analisis data terhadap 83 responden, diperoleh temuan-temuan utama sebagai berikut:
Seberapa Besar Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Stunting?
Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square memberikan bukti statistik yang signifikan:
Kesimpulan dan Implikasi Kesehatan
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap praktik responsive feeding memegang peranan krusial terhadap kejadian stunting pada balita di Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo. Penanganan masalah stunting di tingkat masyarakat tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan makanan. Tenaga kesehatan khususnya perawat komunitas dan kader kesehatan perlu menggalakkan edukasi dan pendampingan pola asuh makan secara berkelanjutan. Penekanan edukasi hendaknya berfokus pada pentingnya membangun suasana makan yang menyenangkan, tidak memaksa, serta kepekaan orang tua dalam merespons sinyal tubuh anak demi memastikan asupan gizi yang optimal.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran