Menelisik Peran Pengetahuan Ibu dan Pola Asuh Responsive Feeding dalam Mencegah Stunting di Kota Gorontalo

Oleh: Jesica Mulyadi . 3 September 2026 . 11:41:18

Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Masalah ini tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak jangka panjang pada perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga tingkat produktivitas saat dewasa. Secara nasional maupun daerah, angka stunting masih terus ditekan. Di Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo mencatatkan prevalensi stunting tertinggi di tingkat kabupaten/kota. Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan ini adalah Puskesmas Kota Tengah.

Penanganan stunting tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan pangan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh pola pemberian makan anak. Salah satu pendekatan kunci yang direkomendasikan secara global adalah responsive feeding, yaitu pola pemberian makan aktif yang menekankan interaksi dua arah antara pengasuh dan anak. Pendekatan ini menuntut pemahaman serta respons positif ibu dalam mengenali sinyal lapar dan kenyang anak. Untuk melihat sejauh mana peran pengetahuan dan sikap ibu terhadap penerapan responsive feeding ini, Sitti Azahra Suleman, Sri Andriani Ibrahim, dan Cindy Puspita Sari Haji Jafar dari Universitas Negeri Gorontalo melakukan sebuah studi analitik di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Metode Penelitian

Studi kuantitatif ini menggunakan desain observasional cross-sectional dan berlangsung pada November 2025 hingga Januari 2026. Dari total populasi 105 ibu yang memiliki balita dengan gangguan pertumbuhan di wilayah tersebut, sebanyak 83 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur serta pengukuran status gizi anak. Selanjutnya, data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square pada tingkat signifikansi alpha = 0,05.

Hasil Penelitian: Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Status Stunting

Dari analisis data terhadap 83 responden, diperoleh temuan-temuan utama sebagai berikut:

  • Karakteristik Responden: Sebagian besar ibu berada pada usia dewasa akhir 30–39 tahun (49,4%) dan dewasa awal 22–29 tahun (38,6%). Sementara itu, kelompok usia balita terbanyak berada pada rentang 1–2 tahun (59,04%).
  • Tingkat Pengetahuan Ibu: Mayoritas ibu hamil/menyusui balita memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai responsive feeding, yaitu mencapai 59,0% (49 orang). Banyak ibu yang belum memahami bahwa pemberian makan harus didasari interaksi dua arah, serta masih keliru dalam mengenali tanda kenyang pada anak. Hanya 31,3% ibu yang tergolong berpengetahuan baik.
  • Sikap Ibu Terhadap Responsive Feeding: Sebagian besar ibu (63,9% atau 53 orang) memiliki sikap yang negatif. Hal ini tercermin dari masih maraknya kecenderungan memaksa anak menghabiskan makanan, kurang sabar saat anak menolak makan, atau emosional ketika proses makan berlangsung.
  • Prevalensi Stunting: Proporsi balita yang mengalami stunting pada sampel penelitian ini tergolong cukup tinggi, yaitu mencapai 61,4% (51 balita).

Seberapa Besar Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Stunting?

Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square memberikan bukti statistik yang signifikan:

  • Pengetahuan Ibu dengan Stunting: Diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai responsive feeding dengan kejadian stunting. Seluruh balita dari kelompok ibu yang berpengetahuan kurang (49 orang) mengalami stunting.
  • Sikap Ibu dengan Stunting: Diperoleh nilai p = 0,011 (p < 0,05), yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara sikap ibu terhadap responsive feeding dengan kejadian stunting. Proporsi anak stunting jauh lebih tinggi pada kelompok ibu yang memiliki sikap negatif (71,7%) dibandingkan ibu dengan sikap positif (43,4%).
  • Hasil ini menggarisbawahi bahwa keterbatasan pengetahuan pemicu kekeliruan pola asuh makan yang terjadi secara berulang. Di sisi lain, sikap negatif seperti memaksa anak makan justru dapat merusak nafsu makan anak dan memperburuk asupan gizi harian dalam jangka panjang.

Kesimpulan dan Implikasi Kesehatan

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap praktik responsive feeding memegang peranan krusial terhadap kejadian stunting pada balita di Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo. Penanganan masalah stunting di tingkat masyarakat tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan makanan. Tenaga kesehatan khususnya perawat komunitas dan kader kesehatan perlu menggalakkan edukasi dan pendampingan pola asuh makan secara berkelanjutan. Penekanan edukasi hendaknya berfokus pada pentingnya membangun suasana makan yang menyenangkan, tidak memaksa, serta kepekaan orang tua dalam merespons sinyal tubuh anak demi memastikan asupan gizi yang optimal.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran