Menembus Fenomena Implicit Knowledge: Mengapa Pemahaman Penilaian Cepat Penting bagi Kesiapsiagaan Bencana Mahasiswa Kesehatan UNG

Oleh: Jesica Mulyadi . 13 Agustus 2026 . 16:07:56

GORONTALO — Indonesia kembali dihadapkan pada eskalasi bencana alam yang masif. Sepanjang tahun 2024 saja, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 3.472 kejadian bencana yang berdampak langsung pada lebih dari 8 juta jiwa. Di tengah krisis kesehatan masyarakat ini, calon tenaga kesehatan—seperti mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan kebidanan—memegang peranan vital sebagai cadangan strategis tim medis tanggap darurat. Untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar studi analitik yang melibatkan 310 mahasiswa kesehatan lintas program studi. Fokus utamanya adalah menilai hubungan antara penguasaan kognitif Rapid Health Assessment (RHA)—metode diagnostik cepat untuk memetakan kebutuhan medis dan logistik di lokasi bencana—dengan tingkat kesiapsiagaan bencana mental responden.

Fenomena Implicit Knowledge di Kampus Kesehatan

Hasil pengukuran pengetahuan kognitif RHA menggunakan kuesioner skala Guttman menunjukkan profil akademis yang amat positif:

  • Pengetahuan Baik: 61,1% (288 mahasiswa).
  • Pengetahuan Cukup: 22,2% (18 mahasiswa).
  • Pengetahuan Kurang: 75,0% (4 mahasiswa).

Studi ini mengungkap fenomena unik berupa implicit knowledge (pengetahuan implisit). Sebagian besar mahasiswa sebenarnya telah menguasai logika klinis, prosedur triase, serta prinsip tanggap darurat medis melalui kurikulum rutin. Namun, mereka kerap merasa asing dengan istilah teknis atau terminologi baku "RHA" itu sendiri. Mereka memiliki kompetensi dasar yang intuitif (unconscious competence), tetapi belum menyadarinya sebagai bagian dari protokol standar global.

Mata Rantai Korelasi dan Kesenjangan Mentalitas Siaga

Melalui uji statistik Spearman's Rho, penelitian mengonfirmasi adanya korelasi positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan RHA dan kesiapsiagaan bencana ($p = 0,004$). Pemahaman teknis RHA terbukti berfungsi sebagai peta kognitif yang mengurangi kecemasan serta meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa saat membayangkan peran mereka di daerah krisis. Kendati demikian, studi ini juga mencatat adanya gap atau kesenjangan antara tingginya skor pengetahuan dan kesiapan mental praktis:

  • Dari total 310 responden, sebanyak 183 mahasiswa (59,%) masuk dalam kategori Siap.
  • Sementara 127 mahasiswa (41,0%) sisanya masih berada pada kategori Kurang Siap.

Peneliti menjelaskan bahwa pengetahuan teoretis berbasis ceramah kelas kerap mengalami degradasi ketika dikonversi menjadi keyakinan diri (self-efficacy). Minimnya latihan praktis dan simulasi lapangan membuat mahasiswa ragu menerjemahkan teori menjadi aksi nyata.

Rekomendasi Transformasi Kurikulum

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, tim peneliti merekomendasikan pembaruan kurikulum pendidikan kesehatan di lingkungan UNG. Pembelajaran kebencanaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan materi ceramah pasif, melainkan harus diintegrasikan dengan penyampaian terminologi RHA secara eksplisit serta pelaksanaan simulasi interprofesional (interprofessional simulation) secara berkala. Langkah ini krusial untuk mengubah pengetahuan implisit menjadi kesiapsiagaan operasional yang tangguh di lapangan.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran