Mengungkap Pola Cedera Kasus KDRT di Gorontalo: Apa yang Dicatat oleh Dokumen Medis Forensik?

Oleh: Jesica Mulyadi . 18 Agustus 2026 . 15:22:40

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Selain dampak psikologis, tindakan KDRT sering kali meninggalkan luka fisik pada tubuh korban yang memerlukan penanganan medis serta pendokumentasian hukum. Dalam proses penegakan hukum, dokumen Visum et Repertum (VeR) yang diterbitkan oleh dokter memegang peranan sangat vital sebagai alat bukti sah di pengadilan untuk membuktikan terjadinya tindak penganiayaan. Untuk gambaran yang lebih jelas mengenai karakteristik cedera korban KDRT di wilayah Gorontalo, sebuah studi medis retrospektif dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (Taftazani et al., 2026). Penelitian ini menganalisis seluruh data dokumen Visum et Repertum korban KDRT di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo selama periode Maret 2023 hingga Februari 2025 (total 53 kasus).

Pola Cedera dan Bentuk Kekerasan yang Ditemukan

Dari analisis dokumen medis forensik, ditemukan beberapa fakta utama terkait jenis dan lokasi luka yang dialami korban KDRT: 

  • Luka Memar (79,2%): Merupakan cedera yang paling dominan ditemukan pada tubuh korban. Luka ini terjadi akibat benturan benda keras yang merusak jaringan lunak dan pembuluh darah di bawah kulit.
  • Luka Lecet (37,7%): Menjadi jenis cedera terbanyak kedua akibat gesekan benda tumpul pada lapisan luar kulit.Dominasi Kekerasan Tumpul
  • Mayoritas cedera yang dialami korban disebabkan oleh kekerasan tumpul (94,3%), seperti pukulan, hantaman, atau tendangan.
  • Sebagian besar korban mengalami lebih dari satu cedera di tubuhnya, dengan persentase terbanyak memiliki 2 luka (28,3%).

Kepala dan Lengan Jadi Sasaran Utama

  • Area Kepala (52,8%): Merupakan lokasi cedera yang paling sering ditemukan. Area kepala dan wajah menjadi sasaran mudah karena posisinya sejajar dengan jangkauan penyerang.
  • Ekstremitas Atas / Tangan (49,1%): Menjadi lokasi kedua terbanyak. Hal ini menunjukkan adanya mekanisme pertahanan diri (defensive injury), di mana korban berusaha menangkis serangan menggunakan lengan mereka.

Profil Korban: Perempuan dan Ibu Rumah Tangga Paling Rentan

Penelitian ini juga mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling rentan menjadi korban KDRT di Gorontalo:

  • Didominasi Perempuan (92,5%): Hanya 7,5% korban yang tercatat berjenis kelamin laki-laki. Hal ini berkaitan erat dengan ketimpangan relasi kuasa serta struktur budaya patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi rentan.
  • Usia Produktif/Dewasa Awal (26–35 Tahun): Kelompok usia ini menyumbang angka tertinggi (37,7%), disusul oleh kelompok usia 17–25 tahun (30,2%).
  • Ibu Rumah Tangga (62,3%): Sebagian besar korban berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Ketergantungan secara finansial terhadap pasangan sering kali menjadi faktor yang membuat perempuan sulit keluar dari lingkaran kekerasan.

Pentingnya Peran Visum et Repertum

Studi ini menegaskan bahwa dokumen Visum et Repertum bukan sekadar catatan medis biasa, melainkan alat bukti ilmiah yang menggambarkan mekanisme kekerasan, upaya perlawanan korban, serta bukti nyata tindakan penganiayaan di mata hukum. Penanganan medis yang cepat dan pendokumentasian cedera yang akurat sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan hukum serta keadilan bagi para korban KDRT.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran