Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dan pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Selain dampak psikologis, tindakan KDRT sering kali meninggalkan luka fisik pada tubuh korban yang memerlukan penanganan medis serta pendokumentasian hukum. Dalam proses penegakan hukum, dokumen Visum et Repertum (VeR) yang diterbitkan oleh dokter memegang peranan sangat vital sebagai alat bukti sah di pengadilan untuk membuktikan terjadinya tindak penganiayaan. Untuk gambaran yang lebih jelas mengenai karakteristik cedera korban KDRT di wilayah Gorontalo, sebuah studi medis retrospektif dilakukan oleh tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (Taftazani et al., 2026). Penelitian ini menganalisis seluruh data dokumen Visum et Repertum korban KDRT di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo selama periode Maret 2023 hingga Februari 2025 (total 53 kasus).
Pola Cedera dan Bentuk Kekerasan yang Ditemukan
Dari analisis dokumen medis forensik, ditemukan beberapa fakta utama terkait jenis dan lokasi luka yang dialami korban KDRT:
Kepala dan Lengan Jadi Sasaran Utama
Profil Korban: Perempuan dan Ibu Rumah Tangga Paling Rentan
Penelitian ini juga mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling rentan menjadi korban KDRT di Gorontalo:
Pentingnya Peran Visum et Repertum
Studi ini menegaskan bahwa dokumen Visum et Repertum bukan sekadar catatan medis biasa, melainkan alat bukti ilmiah yang menggambarkan mekanisme kekerasan, upaya perlawanan korban, serta bukti nyata tindakan penganiayaan di mata hukum. Penanganan medis yang cepat dan pendokumentasian cedera yang akurat sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan hukum serta keadilan bagi para korban KDRT.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran