GORONTALO — Kelumpuhan saraf wajah mendadak atau Bell's palsy kerap memicu kekhawatiran karena gejalanya yang menyerupai serangan stroke. Kondisi perifer idiopatik ini ditandai dengan kelemahan otot wajah unilateral secara tiba-tiba, yang umumnya mencapai puncak keparahan dalam waktu kurang dari 72 jam. Untuk memetakan gambaran klinis dan demografis penyakit ini di Gorontalo, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan studi deskriptif terhadap 26 pasien Bell’s palsy yang menjalani perawatan di Poliklinik Saraf RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe selama periode 2023 hingga 2025.
Pergeseran Tren: Mendominasi Usia Muda dan Perempuan
Penelitian ini menemukan tren epidemiologi menarik yang sedikit berbeda dari pola klasik umum, di mana kasus Bell's palsy biasanya memuncak pada usia 40–60 tahun:
Para peneliti menjelaskan bahwa pergeseran ke usia muda ini dipicu oleh faktor gaya hidup modern, seperti kebiasaan aktivitas malam, stres fisik atau psikologis, serta paparan udara dingin langsung dari pendingin ruangan (AC). Sementara itu, kerentanan yang lebih tinggi pada perempuan diduga berkaitan dengan fluktuasi hormonal dan respons stres yang memengaruhi mikrosirkulasi saraf fasialis.
Profil Gejala dan Komorbiditas Vaskular
Ditinjau dari lateralisasi, kelumpuhan wajah terjadi secara seimbang antara sisi kanan ($50,0\%$) dan sisi kiri ($50,0\%$). Manifestasi klinis yang dialami pasien bervariasi:
Capaian Kesembuhan dan Penatalaksanaan Dini
Evaluasi pasca-penatalaksanaan menunjukkan prognosis pemulihan yang sangat memuaskan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe:
Hasil ini menegaskan pentingnya pemberian terapi kortikosteroid pada masa emas (golden period) 72 jam pertama untuk meredakan inflamasi saraf, sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih mewaspadai perlindungan wajah dari paparan angin dingin langsung dan mengelola stres harian.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran