Masa balita, khususnya pada usia 2 hingga 3 tahun, merupakan fase tumbuh kembang yang sangat penting bagi seorang anak. Pada tahapan ini, anak-anak mulai belajar mengenali sinyal-sinyal tubuh mereka untuk buang air kecil dan buang air besar secara mandiri melalui proses yang dikenal sebagai toilet training. Meskipun terlihat sederhana, toilet training membutuhkan kesiapan fisik, psikologis, dan intelektual dari anak maupun orang tua. Ibu, sebagai sosok pendamping utama dalam keluarga, memegang peranan kunci. Namun, dalam praktiknya masih banyak orang tua yang menghadapi kendala. Sebagian anak menolak menggunakan toilet, masih bergantung pada penggunaan popok sekali pakai, atau bahkan mengalami kendala fisik seperti konstipasi dan rasa nyeri akibat rasa takut atau cara pelatihan yang kurang tepat. Kekurangan pemahaman mengenai teknik pelatihan yang tepat sering kali menjadi akar masalah kegagalan toilet training, sehingga diperlukan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami oleh para ibu.
Salah satu pendekatan modern yang kini dikembangkan adalah metode animation video modeling. Metode ini memanfaatkan media audiovisual berbentuk karakter dan cerita animasi yang menarik. Melalui video ini, para ibu tidak hanya mendengarkan penjelasan teoritis, tetapi juga melihat secara visual bagaimana langkah-langkah toilet training diajarkan secara bertahap dan menyenangkan. Prinsip dasar dari metode ini adalah pembelajaran melalui pengamatan, di mana dengan mengamati contoh perilaku yang ditampilkan dalam video animasi, ibu dapat dengan mudah mengingat, memahami, dan mempraktikkannya langsung kepada anak di rumah.
Untuk menguji efektivitas metode ini, sebuah penelitian kuantitatif dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Suwawa Tengah pada awal tahun 2026 yang melibatkan 48 orang ibu dengan anak berusia 2 hingga 3 tahun. Penelitian ini membagi peserta menjadi kelompok intervensi yang mendapatkan edukasi berbasis video animasi dan kelompok kontrol yang mendapatkan edukasi melalui penyuluhan konvensional satu arah. Sebelum diberikan edukasi, mayoritas ibu pada kedua kelompok memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong kurang karena belum memahami dengan pasti kapan waktu yang tepat untuk memulai toilet training serta cara mengatasi kebiasaan anak yang masih bergantung pada popok.
Setelah mendapatkan edukasi berbasis video animasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan pada kelompok intervensi, di mana nilai rata-rata pengetahuan meningkat pesat dari angka 6,95 menjadi 10,71. Sebaliknya, kelompok kontrol yang hanya menerima penyuluhan konvensional mengalami peningkatan yang jauh lebih terbatas. Secara analisis statistik, diperoleh nilai signifikansi yang sangat kuat yang membuktikan bahwa edukasi menggunakan video animasi jauh lebih efektif dibandingkan metode ceramah biasa dalam meningkatkan pemahaman ibu.
Keberhasilan metode video animasi ini didukung oleh keterlibatan banyak indera, sebab kombinasi antara visual dan audio merangsang indera penglihatan dan pendengaran secara bersamaan sehingga informasi lebih mudah diserap dan diingat. Selain itu, pergerakan karakter animasi mampu menyederhanakan langkah-langkah toilet training yang rumit menjadi contoh yang konkret dan rinci, sekaligus menjaga fokus perhatian ibu selama proses edukasi berlangsung.
Penerapan toilet training sejak dini sangat penting untuk melatih kemandirian, menjaga kebersihan diri, serta mendukung perkembangan emosional anak balita. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode animation video modeling merupakan strategi edukasi kesehatan yang sangat efektif, aplikatif, dan mudah diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, media video animasi ini sangat direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program promosi kesehatan ibu dan anak di puskesmas maupun posyandu, sementara para orang tua diharapkan dapat menerapkan tahapan toilet training yang telah dipelajari secara konsisten dan sabar sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran