Proses menyusui atau laktasi bukan sekadar urusan biologis antara ibu dan bayi. Di Indonesia, memberi ASI adalah bagian yang erat dari tradisi pengasuhan keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai kebiasaan lokal mengiringi perjalanan seorang ibu menyusui, mulai dari ramuan herbal, pijat tradisional, hingga arahan nenek dan kerabat.
Realitas Angka ASI Eksklusif di Indonesia
Pemerintah dan lembaga kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI mengandung komponen kekebalan tubuh, zat gizi mikro, serta perlindungan alami yang menurunkan angka sakit pada bayi dan mencegah stunting. Meski begitu, capaian ASI eksklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Data menunjukkan cakupan ASI eksklusif masih berkisar di angka 50–60%. Salah satu pemicu utamanya bukanlah enggan menyusui, melainkan tingginya pengaruh mitos, tekanan sosial, dan kebiasaan tradisional yang keliru di lingkungan keluarga.
Mitos dan Praktik Tradisional yang Berisiko Medis
Hasil penelusuran terhadap berbagai penelitian kualitatif di wilayah Indonesia menemukan beberapa praktik budaya yang justru membahayakan kesehatan bayi dan memicu kegagalan ASI eksklusif:
Praktik Budaya Positif yang Patut Dipertahankan
Kajian ini menegaskan bahwa pendekatan kesehatan tidak boleh serta-merta menolak seluruh tradisi lokal. Ada sejumlah budaya menyusui di Indonesia yang sejalan dengan prinsip ilmiah dan sangat bermanfaat:
Oleh karena itu, edukasi kesehatan tidak cukup hanya menyasar ibu hamil. Program promosi ASI eksklusif harus bersifat inklusif dengan merangkul suami, orang tua/mertua, hingga kader masyarakat. Praktik budaya lokal yang aman dan menyehatkan perlu dipertahankan, sementara kebiasaan turun-temurun yang berisiko medis harus diluruskan secara bijak dan penuh rasa hormat.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran