Peran Microfold Cells dan Reseptor SR-B1 dalam Imunitas Mukosa terhadap Patogenesis Tuberkulosis Paru

Oleh: Jesica Mulyadi . 20 Agustus 2026 . 10:12:40

Tuberkulosis (TB) hingga kini masih menjadi salah satu penyakit infeksi menular paling mematikan di dunia dan menjadi tantangan kesehatan global yang sangat signifikan. Disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M.tb), penyakit ini mencatatkan lebih dari 10,8 juta kasus baru dan 1,25 juta kematian setiap tahunnya. Indonesia sendiri berada di posisi yang cukup memprihatinkan dengan menempati peringkat kedua kasus TB terbanyak di dunia. M.tb merupakan patogen intraseluler yang sangat tangguh karena struktur dinding selnya yang kaya akan lipid kompleks seperti mycolic acid, lipoarabinomannan (LAM), dan Phenolic Glycolipid (PGL), yang memungkinkannya bertahan dari serangan sistem imun inang.

Selama ini, infeksi TB dipercaya bermula saat droplet bakteri terhirup hingga ke saluran pernapasan bawah dan langsung diinfeksi oleh makrofag alveolar. Namun, pemahaman ilmiah terbaru menunjukkan bahwa patogenesis awal M.tb juga melibatkan peran aktif dari epitel mukosa respirasi, khususnya sel epitel khusus yang disebut Microfold cell (M cell). M cell merupakan sel pengambil antigen yang terletak di saluran pernapasan (seperti nasofaring dan bronkus) dan berfungsi memindahkan partikel asing dari lumen menuju jaringan limfoid di bawahnya (Bronchus-Associated Lymphoid Tissue atau BALT). Berbeda dari sel epitel bersilia lainnya, M cell memiliki permukaan yang minim silia, tanpa lapisan mukus tebal, dan kaya akan reseptor spesifik, sehingga sering dimanfaatkan oleh patogen sebagai "pintu masuk" awal untuk menembus barier mukosa tanpa merusak integritas tight junction.

Proses penetrasi M.tb melalui M cell ini tidak terjadi secara pasif, melainkan dikendalikan oleh perangkat molekuler spesifik milik bakteri, yaitu Type VII Secretion System (T7SS) khususnya sistem ESX-1. Sistem ini mengekskresikan protein virulensi utama yang disebut EsxA (Early Secreted Antigenic Target-6 atau ESAT-6). Protein EsxA berfungsi sebagai faktor adhesi yang memungkinkan M.tb menempel pada M cell, sekaligus membentuk pori pada membran sel inang untuk memfasilitasi penetrasi bakteri ke jaringan subepitel.

Setelah EsxA dilepaskan, M.tb memanfaatkan reseptor spesifik yang diekspresikan secara tinggi pada permukaan M cell, yaitu Scavenger Receptor Class B Type 1 (SR-B1). Ikatan spesifik antara protein EsxA dan reseptor SR-B1 inilah yang menjadi kunci utama keberhasilan bakteri dalam melakukan proses internalisasi dan trans-sitosis melintasi barier epitel mukosa. Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa ketika ekspresi SR-B1 diturunkan atau dihilangkan (knockdown/knockout), kemampuan M.tb untuk menempel dan menembus jaringan epitel mengalami penurunan yang sangat signifikan. Hal ini membuktikan bahwa transmisi awal M.tb sangat bergantung pada interaksi reseptor spesifik tersebut.

Keberhasilan M.tb menembus M cell dan masuk ke jaringan limfoid subepitel memberikan dampak imunologis yang besar. Akses awal ini memungkinkan bakteri berinteraksi dengan sel imun seperti sel dendritik dan makrofag jaringan sebelum terpapar oleh makrofag alveolar, yang pada akhirnya memengaruhi pematangan respons imun adaptif dan berpotensi menjelaskan terjadinya diseminasi dini atau kasus TB ekstra-paru. Meskipun demikian, mayoritas bukti ilmiah saat ini masih terbatas pada studi in vitro dan model hewan, sehingga validasi klinis pada jaringan manusia masih sangat dibutuhkan.

Secara keseluruhan, temuan mengenai interaksi antara M cell, protein EsxA, dan reseptor SR-B1 membuka wawasan baru bahwa infeksi awal TB dapat terjadi lebih awal di mukosa saluran napas atas. Pemahaman mendalam mengenai mekanisme molekuler ini sangat krusial, karena dapat menjadi landasan strategis dalam pengembangan pendekatan preventif dan intervensi terapeutik baru di masa depan, seperti vaksin berbasis mukosa maupun terapi imunomodulator untuk mengendalikan penyebaran tuberkulosis.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran