
Bagi sebagian besar dari kita, digigit atau dicakar anjing dan kucing peliharaan sering kali dianggap sebagai kecelakaan kecil biasa. Diusap pakai kain, dicuci seadanya, lalu kita kembali beraktivitas. Namun, di balik rasa gampang dan sikap meremehkan itu, ada ancaman penyakit mematikan yang siap mengintai: Rabies. Rabies bukanlah penyakit baru. Ini adalah infeksi virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat dan otak. Begitu gejalanya muncul pada manusia—seperti takut air (hidrofobia), takut cahaya, hingga kejang-kejang—peluang untuk selamat hampir nol persen. Ya, rabies memiliki tingkat kematian mencapai 100% setelah gejala timbul. Namun anehnya, penyakit seberbahaya ini justru paling sering dihadapi dengan sikap serba santai.
Mengapa Kasus Rabies Masih Terus Terjadi?
Laporan riset kesehatan terbaru di Kabupaten Gorontalo mencatat ada setidaknya 279 kasus gigitan hewan penular rabies dalam satu tahun. Dari hasil analisis mendalam terhadap para korban, terungkap satu kenyataan mengejutkan: Faktor Perilaku adalah penyebab paling utama yang membuat orang berisiko terkena bahaya rabies hingga 3 kali lipat. Banyak orang sebenarnya tahu bahwa rabies itu berbahaya. Namun, antara tahu dan bertindak dengan benar ada jurang yang sangat lebar:
Siapa yang Paling Sering Menjadi Korban?
Data lapangan menunjukkan bahwa kelompok usia produktif (19–59 tahun) serta kaum perempuan menjadi kelompok yang paling sering terpapar gigitan:
3 Langkah Emas Penyelamat Nyawa saat Digigit Hewan: Menghadapi ancaman rabies sebenarnya tidak memerlukan teknologi yang rumit. Kuncinya adalah kecepatan tindakan setelah gigitan terjadi. Jika Anda, anak, atau tetangga Anda digigit/dicakar anjing, kucing, atau kera, segera lakukan 3 langkah ini:
Tanggung Jawab Bersama: Lindungi Hewan, Selamatkan Manusia
Pencegahan rabies tidak bisa diserahkan kepada dokter atau petugas kesehatan saja. Sebagai pemilik hewan, kita punya kewajiban moral dan sosial:
Rabies adalah penyakit yang 100% mematikan, tetapi juga 100% dapat dicegah. Mari buang kebiasaan meremehkan luka gigitan, tinggalkan mitos penanganan yang salah, dan segera cari penanganan medis tepat waktu. Satu tindakan cepat Anda hari ini bisa menyelamatkan nyawa orang-orang terkasih
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran