Tema PKKMB FK UNG 2026: TRICUSPID 2026 Bekali Mahasiswa dengan Akademik, Etika, dan Ketahanan Mental

Oleh: Jesica Mulyadi . 15 Agustus 2026 . 22:51:20

GORONTALO — Menjadi mahasiswa kedokteran bukan sekadar memasuki ruang kuliah dan mempelajari anatomi, fisiologi, maupun berbagai ilmu tentang penyakit. Di balik perjalanan panjang menuju profesi dokter, terdapat tuntutan akademik yang tinggi, proses pembelajaran yang kompleks, tekanan emosional, serta tanggung jawab untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan sejak awal. Kesadaran itulah yang menjadi dasar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026 melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertajuk “TRICUSPID 2026” atau Three Values, One Purpose.

Selama dua hari, 13–14 Agustus 2026, mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal gedung, dosen, sistem akademik, dan organisasi kemahasiswaan. Mereka juga diperkenalkan pada realitas pendidikan kedokteran sekaligus dipersiapkan untuk menghadapi perjalanan panjang yang akan membentuk mereka menjadi calon tenaga medis. Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK, membuka rangkaian PKKMB pada 13 Agustus 2026 di Lantai 3 Gedung FK UNG. Di hadapan mahasiswa baru, jajaran pimpinan fakultas diperkenalkan, begitu pula dosen dan tenaga kependidikan yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka.

Pengenalan tersebut kemudian membawa mahasiswa pada pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana pendidikan kedokteran dijalankan. Mereka diajak mengenal lingkungan kampus melalui Tour Kampus, sebelum memasuki berbagai sesi yang membahas sistem akademik, kemahasiswaan, administrasi, hingga karakter pembelajaran kedokteran.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes., memberikan gambaran mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan. Sementara Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., memperkenalkan aspek administrasi dan tata kelola yang akan menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Mahasiswa juga mulai diperkenalkan dengan perjalanan pendidikan yang akan mereka tempuh, mulai dari Program Studi Sarjana Kedokteran hingga Program Studi Profesi Dokter. Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran, dr. Nanang Roswita Paramata, M.Kes., dan Koordinator Program Studi Profesi Dokter, Dr. dr. Sri A. Ibrahim, M.Kes., memberikan gambaran mengenai tahapan pendidikan yang akan dilalui mahasiswa hingga nantinya memasuki dunia profesi.

Sekretaris Medical Education Unit (MEU), dr. Dewi Nurindah Panai, M.HPE., membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai strategi pembelajaran kedokteran. Mahasiswa mulai diarahkan untuk memahami bahwa keberhasilan dalam pendidikan kedokteran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghafal, tetapi juga kemampuan memahami, menerapkan, berkomunikasi, bekerja dalam tim, serta terus belajar sepanjang perjalanan profesi. Namun, FK UNG menyadari bahwa kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi perjalanan tersebut. Karena itu, salah satu bagian yang mendapat perhatian khusus dalam TRICUSPID 2026 adalah kesehatan mental.

Tuntutan pendidikan kedokteran yang panjang dan kompleks membuat kemampuan mengelola tekanan menjadi bagian penting dari kesiapan seorang calon dokter. Kesadaran tersebut mendorong FK UNG menghadirkan sesi khusus mengenai kesehatan mental dalam rangkaian PKKMB 2026. Seminar kesehatan mental dipandu dr. Qurrota A'yun, Sp.K.J., dengan menghadirkan tiga dokter spesialis kedokteran jiwa yang membahas berbagai persoalan yang relevan dengan kehidupan mahasiswa kedokteran.

Dr. Yancy Lumentut, Sp.KJ, M.Kes., membahas pencegahan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan kedokteran yang aman, sehat, dan saling menghormati. Sementara dr. Noviyanti Hajai, Sp.K.J., memberikan pemahaman mengenai depresi dan pencegahan bunuh diri. Mahasiswa diajak mengenali berbagai kondisi psikologis yang dapat muncul selama proses pendidikan sekaligus memahami pentingnya mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang tidak dapat diatasi sendiri.

Materi mengenai etika pendidikan, manajemen stres, beban akademik, dan resiliensi disampaikan dr. Rohmatyah Suaib, Sp.K.J. Pembekalan ini menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa untuk mengelola tekanan akademik dan membangun ketahanan diri selama menjalani perjalanan pendidikan kedokteran. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental tidak ditempatkan sebagai isu tambahan, melainkan menjadi bagian dari pembentukan calon dokter sejak awal pendidikan. Setelah berbicara mengenai kesiapan diri, mahasiswa kemudian diajak melihat lebih jauh profesi yang kelak akan mereka jalani.

Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N, FISQua, memberikan wawasan mengenai organisasi profesi dan kehidupan dokter setelah menyelesaikan pendidikan. Mahasiswa diperkenalkan pada dunia profesi yang menuntut kompetensi sekaligus tanggung jawab besar terhadap pasien dan masyarakat.

Semangat untuk menjalani pendidikan juga diperkuat melalui sesi motivasi mahasiswa kedokteran yang disampaikan Dr. dr. Maimun Ihsan, Sp.OG.K. Sementara itu, aspek etika kedokteran menjadi bagian penting lainnya melalui pembekalan yang disampaikan dr. Zein Suweleh, Sp.THT-KL. Sejak awal, mahasiswa diingatkan bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan mendiagnosis dan mengobati penyakit, tetapi juga tentang bagaimana memperlakukan pasien sebagai manusia.

Di luar ruang akademik, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa (ORMAWA) FK UNG. Kehadiran organisasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kehidupan mahasiswa kedokteran tidak hanya dibangun melalui perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi dan interaksi sosial.

Jika hari pertama lebih banyak membawa mahasiswa mengenal lingkungan dan nilai-nilai pendidikan kedokteran, hari kedua memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan dunia medis. Pada Kamis (14/8/2026), mahasiswa baru diarahkan menuju Laboratorium Terpadu FK UNG untuk mengikuti rangkaian Medical Day. Setelah mengikuti penegakan tata tertib dan evaluasi kedisiplinan, mahasiswa menjalani berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai proses pembelajaran dan keterampilan dasar di dunia kedokteran.

Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi perkenalan awal dengan lingkungan belajar yang nantinya akan menjadi bagian dari keseharian mereka. Ruang laboratorium yang sebelumnya mungkin hanya mereka kenal dari gambaran pendidikan kedokteran, mulai menjadi ruang belajar yang nyata. Di sinilah mahasiswa mulai memahami bahwa perjalanan menjadi dokter akan berlangsung melalui proses bertahap—dari teori, simulasi, keterampilan, hingga nantinya berhadapan langsung dengan pasien.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui sesi renungan yang dibawakan dr. Dewi Nurindah Panai, M.HPE. Suasana reflektif tersebut menjadi penutup perjalanan dua hari mahasiswa baru sebelum mereka benar-benar memulai kehidupan akademik di FK UNG. Melalui TRICUSPID 2026 — Three Values, One Purpose, FK UNG ingin menanamkan satu kesadaran bahwa perjalanan menjadi dokter tidak dibangun oleh satu kemampuan saja. Pengetahuan membutuhkan etika. Keterampilan membutuhkan empati. Dan prestasi akademik membutuhkan ketahanan mental.

Ketiganya menjadi fondasi yang perlu tumbuh secara bersamaan untuk membentuk dokter yang tidak hanya mampu menguasai ilmu kedokteran, tetapi juga memahami manusia yang berada di balik setiap kasus medis. Karena itu, PKKMB 2026 menjadi lebih dari sekadar penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan ini menjadi langkah pertama FK UNG dalam membangun karakter calon dokter sejak mereka memasuki gerbang pendidikan kedokteran.

Dari Gorontalo, FK UNG terus berupaya menyiapkan generasi dokter yang memiliki kompetensi, integritas, ketahanan mental, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap masyarakat. Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi para mahasiswa untuk tumbuh sebagai dokter yang mampu berkontribusi tidak hanya bagi Gorontalo dan kawasan timur Indonesia, tetapi juga bagi pembangunan kesehatan nasional.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran