63 Mahasiswa FK UNG Turun ke Desa, Perkuat Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Oleh: Jesica Mulyadi . 16 Juli 2026 . 21:35:41

GORONTALO – Upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional. Mendukung agenda tersebut, sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) turut ambil bagian dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Tahun 2026, yang melibatkan total 448 mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan dan kedokteran. Melalui program bertema "Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)", para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian dari 15 Juli hingga 28 Agustus 2026 di 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

Fokus utama program adalah memperkuat upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, pendampingan ibu hamil, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta kolaborasi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis komunitas sekaligus mendukung percepatan penurunan AKI dan AKB di daerah.

Kepala Pusat KKN Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan dirancang sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung program Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi berkontribusi langsung dalam penyelesaian persoalan pembangunan. "Mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi, pendampingan ibu hamil, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan penurunan AKI dan AKB," ujarnya.

Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, seluruh peserta mengikuti coaching sebagai pembekalan mengenai substansi program, mekanisme pelaksanaan KKN, etika pengabdian kepada masyarakat, serta strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah penempatan.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. "KKN Profesi Kesehatan bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa diharapkan mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek kesehatan ibu dan anak," ungkapnya.

Menurut Hafidz, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun komunikasi dengan masyarakat, memahami kondisi kesehatan di lapangan, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Keikutsertaan 63 mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG dalam program ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mencetak calon dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan bekerja secara interprofesional, serta pengalaman langsung dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional. Melalui interaksi bersama masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat perannya sebagai agen perubahan dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026 sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional. Dengan mengedepankan pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat, UNG menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi motor penggerak lahirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia.

Informasi

Agenda