GORONTALO — Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) di tingkat nasional. Dua mahasiswa FK UNG berhasil melaju ke babak perempat final AMYGDALA, Olimpiade Anatomi Nasional, setelah menunjukkan kemampuan dalam kompetisi yang menguji penguasaan ilmu anatomi mahasiswa kedokteran. Kedua mahasiswa tersebut adalah Refo Keizha Miliangan, mahasiswa FK UNG angkatan 2025, dan Nur Fitriani Baderan, mahasiswa angkatan 2023. Keberhasilan keduanya menembus babak perempat final menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa FK UNG dalam bersaing pada bidang ilmu dasar kedokteran di tingkat nasional.
AMYGDALA merupakan salah satu ajang kompetisi anatomi yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi. Kompetisi ini menjadi wadah untuk mengukur sejauh mana peserta mampu memahami dan menguasai anatomi tubuh manusia sebagai salah satu fondasi penting dalam pendidikan kedokteran.
Penguasaan anatomi memiliki posisi fundamental dalam proses pendidikan dokter. Pemahaman mengenai struktur tubuh manusia menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai ilmu kedokteran lanjutan serta memahami hubungan antara struktur dan fungsi organ dalam kondisi normal maupun patologis. Karena itu, keberhasilan Refo dan Nur Fitriani melaju hingga babak perempat final tidak hanya mencerminkan kemampuan mereka dalam menghadapi kompetisi, tetapi juga menunjukkan kesiapan mahasiswa FK UNG dalam menguasai salah satu disiplin ilmu dasar yang menjadi fondasi pendidikan kedokteran.
Bagi Refo Keizha Miliangan yang merupakan mahasiswa angkatan 2025, capaian tersebut menjadi pengalaman penting dalam mengembangkan kemampuan akademik sejak awal masa pendidikan kedokteran. Sementara bagi Nur Fitriani Baderan, keberhasilan ini menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi akademik sekaligus pengalaman berkompetisi dengan mahasiswa kedokteran dari berbagai institusi di Indonesia.
Keikutsertaan dalam AMYGDALA juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan secara kompetitif, memperluas pengalaman akademik, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan di tingkat nasional. Capaian kedua mahasiswa tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen FK UNG dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai materi perkuliahan, tetapi juga menguji kemampuan melalui berbagai kompetisi akademik. Kompetisi semacam ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman, mengasah kemampuan berpikir, serta mengembangkan semangat berprestasi.
Dengan berhasil mencapai babak perempat final AMYGDALA, Refo Keizha Miliangan dan Nur Fitriani Baderan kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan menuju tahapan berikutnya dalam kompetisi anatomi tingkat nasional tersebut. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa FK UNG lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan berani mengambil bagian dalam berbagai ajang kompetisi nasional. Prestasi Refo dan Nur Fitriani juga menambah deretan kiprah mahasiswa FK UNG dalam berbagai kompetisi akademik, sekaligus memperkuat semangat fakultas untuk membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa belajar, berkompetisi, dan berprestasi di tingkat nasional.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran