GORONTALO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong penguatan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui serangkaian program di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Program yang berlangsung sejak 20 Juni hingga 10 Agustus 2026 tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi terhadap kondisi dan potensi masyarakat setempat. Empat fokus utama menjadi sasaran program, yakni edukasi masyarakat, pengelolaan sampah organik melalui komposter, pengembangan Bank Sampah, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UNG dalam menghadirkan solusi berbasis masyarakat terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas ekonomi lokal.
Edukasi Sampah Dimulai dari Rumah dan Sekolah
Kelurahan Leato Utara memiliki karakteristik wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Teluk Tomini serta kawasan perbukitan. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi, pengelolaan sampah rumah tangga masih memerlukan penguatan, terutama dalam hal pemilahan sampah organik dan anorganik. Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat melalui pendekatan door to door. Edukasi diberikan mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, membedakan sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan sampah secara lebih berkelanjutan. Edukasi juga diperluas ke lingkungan sekolah melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mahasiswa memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai pemilahan sampah sekaligus mempraktikkan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Di SDN No. 47 dan SDN No. 48 Dumbo Raya, siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain mendapatkan edukasi mengenai kebersihan lingkungan, para siswa juga mampu mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun.
Komposter Rumah Tangga Jadi Solusi Sampah Organik
Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa KKN Kolaboratif UNG juga menghadirkan solusi praktis melalui pengembangan komposter rumah tangga. Program tersebut dimulai dari perancangan bentuk komposter, penyediaan bahan, pembuatan sampel, hingga proses perakitan wadah yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Mahasiswa kemudian melakukan monitoring terhadap penggunaan komposter pada rumah penerima manfaat. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian masyarakat telah mulai memanfaatkan komposter. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait pemahaman teknis penggunaan, pemanfaatan cairan EM4, serta kebutuhan pendampingan lanjutan. Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi mahasiswa untuk memastikan program tidak berhenti pada pembagian sarana, tetapi dapat terus dimanfaatkan masyarakat secara optimal. Puncak program ditandai dengan penyerahan wadah komposter rumah tangga kepada masyarakat di Kantor Kelurahan Leato Utara. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Dumbo Raya, Lurah Leato Utara, perangkat kelurahan, mahasiswa KKN UNG, serta masyarakat penerima manfaat. Selain menyerahkan komposter, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai tata cara penggunaan dan pengelolaannya. Untuk mendukung pemanfaatan hasil pengolahan sampah organik, mahasiswa juga menyediakan media tanam berupa tanaman cabai, tomat, dan seledri yang dibagikan kepada warga penerima komposter. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat melihat sampah organik bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas rumah tangga.
Bangun Bank Sampah untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Anorganik
Pengelolaan sampah anorganik menjadi fokus lain dalam program KKN Kolaboratif UNG. Mahasiswa mengembangkan mekanisme Bank Sampah yang diarahkan khususnya untuk menangani sampah plastik. Program tersebut mencakup edukasi pemilahan sampah, pengumpulan, pencatatan, penyediaan wadah, hingga koordinasi dengan pihak yang dapat menerima dan mengelola sampah yang telah dikumpulkan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, masyarakat, sekolah, serta pihak pengelola sampah. Mahasiswa juga melakukan diskusi dengan pengelola TPS3R di Leato Selatan untuk memperoleh pemahaman mengenai mekanisme pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Salah satu bentuk realisasi program diwujudkan melalui pembuatan dan penyerahan simbolis wadah sampah plastik kepada SDN No. 47 Dumbo Raya. Keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia dini sekaligus memperluas gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
UMKM Didorong Naik Kelas melalui Teknologi Digital
Selain sektor lingkungan, KKN Kolaboratif UNG memberikan perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Mahasiswa melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM di tiga lingkungan yang berada di Kelurahan Leato Utara. Pendataan dilakukan secara door to door melalui wawancara untuk mengidentifikasi kondisi, potensi, serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Sejumlah jenis usaha ditemukan di wilayah tersebut, mulai dari usaha kuliner, toko sembako, tempat makan, hingga rumah produksi. Berdasarkan hasil pendataan, mahasiswa kemudian memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram sebagai sarana promosi. Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, dan memperluas jangkauan pemasaran. Pendampingan juga mencakup digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS serta penguatan identitas visual usaha. Langkah ini diarahkan untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan ekosistem ekonomi digital.
Kolaborasi UNG-UGM Manfaatkan Potensi Hasil Perikanan
Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal, khususnya hasil perikanan yang menjadi salah satu sumber daya di kawasan pesisir Leato Utara. Dalam pengembangan program tersebut, mahasiswa KKN UNG berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Salah satu inovasi yang diuji coba adalah pembuatan kerupuk berbahan tulang ikan. Pemanfaatan bagian ikan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk baru sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa KKN dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi sekaligus membangun sinergi dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
KKN Diarahkan pada Pemberdayaan Berkelanjutan
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D.; Dr. Raghel Yunginger, S.Pd., M.Si.; Dr. Ir. Sri Sutarni Arifin, S.Hut., M.Si.; dan Sitty Fadhilla Fitrianty, S.KM., M.K.M. Rangkaian kegiatan KKN di Leato Utara tidak hanya diarahkan pada penyelesaian program kerja, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, pendampingan, serta evaluasi agar masyarakat mampu melanjutkan program secara mandiri. Empat bidang utama—edukasi, komposter, Bank Sampah, dan pemberdayaan UMKM—disusun berdasarkan hasil observasi serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut membuat program KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk membangun kapasitas masyarakat. Secara keseluruhan, berbagai program dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Meski demikian, sejumlah program masih membutuhkan pendampingan dan keberlanjutan agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan. Pemerintah kelurahan dan masyarakat diharapkan dapat melanjutkan pengelolaan komposter dan Bank Sampah, mempertahankan kebiasaan memilah sampah, serta memanfaatkan sarana dan pengetahuan yang telah diberikan mahasiswa. Sementara itu, pelaku UMKM diharapkan dapat terus mengembangkan pemasaran melalui media digital, memperkuat identitas usaha, menggunakan pembayaran digital, serta mengembangkan potensi hasil perikanan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui KKN Kolaboratif di Kelurahan Leato Utara, UNG menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat diarahkan tidak hanya untuk menjalankan program pengabdian, tetapi juga membangun kolaborasi dan mendorong masyarakat menemukan solusi atas persoalan lingkungan dan ekonomi di wilayahnya. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, sekolah, masyarakat, pelaku UMKM, serta mitra perguruan tinggi menjadi modal penting dalam membangun pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih berkelanjutan.
Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil
Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer
Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil
Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG
Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran