Paradox Buku Pink KIA: Selalu Dibawa ke Puskesmas, Tapi Jarang Dibaca Ibu Hamil

Oleh: Jesica Mulyadi . 3 September 2026 . 19:01:44

GORONTALO — Setiap kali melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) di puskesmas atau fasilitas kesehatan, hampir tak ada ibu hamil yang lupa membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku berwarna merah muda yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah ini dirancang sebagai "rangkuman hidup" berisi petunjuk gizi, jadwal imunisasi, hingga daftar tanda bahaya kehamilan. Namun, riset terbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo mengungkapkan fakta mengejutkan: Cakupan kepemilikan dan kebiasaan membawa buku KIA yang tinggi ternyata tidak otomatis membuat pengetahuan ibu hamil meningkat.

Selalu Dibawa, Tapi Hanya Menempuh Perjalanan di Dalam Tas

Penelitian yang dipimpin oleh Nurhaliza Salim bersama tim akademisi kesehatan FK UNG menguji 50 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Timur, Kota Gorontalo. Hasil studi menunjukkan bahwa 76% ibu hamil aktif membawa dan memanfaatkan buku KIA saat berkonsultasi dengan petugas kesehatan. Namun saat diuji tingkat pemahamannya mengenai materi kehamilan dasar, hasilnya justru bertolak belakang:

  • 38% berada pada kategori pengetahuan baik.
  • 34% berpengetahuan cukup.
  • 28% berada pada level pengetahuan kurang.

Melalui uji korelasi statistik Spearman, tim peneliti menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan tingkat pengetahuan ibu hamil 

Hanya Dianggap "Dokumen Paspor" Medis

Lantas, mengapa buku panduan setebal puluh halaman itu gagal mentransfer informasinya secara efektif? Temuan lapangan mengungkap fenomena unik. Mayoritas ibu hamil (72%) mengaku jarang atau hampir tidak pernah membaca ulang isi Buku KIA saat berada di rumah. Bagi mereka, fungsi buku tersebut mengalami pergeseran makna: bukan dianggap sebagai media pembelajaran mandiri, melainkan sekadar dokumen administratif tempat mencatat grafik pertumbuhan janin dan stempel pemeriksaan dari bidan atau dokter. Sikap pasif ini berdampak serius. Setengah dari total responden bahkan tidak mampu mengidentifikasi secara tepat tanda-tanda bahaya kehamilan—seperti pendarahan mendadak atau demam tinggi—yang seharusnya diantisipasi sejak dini.

Tantangan Media Digital & Jalan Keluar

Ketidakefektifan media cetak konvensional ini juga diperparah oleh pergeseran pola konsumsi informasi. Banyak ibu hamil dari kelompok usia muda lebih memilih mencari referensi kehamilan melalui platform media sosial seperti TikTok atau Instagram. Sayangnya, informasi di media sosial kerap terpotong-potong dan belum terverifikasi secara medis. Untuk mengatasi gap atau kesenjangan pengetahuan ini, para peneliti menyarankan reformasi strategi edukasi kesehatan:

  • Edukasi Dua Arah: Petugas kesehatan di puskesmas atau posyandu dituntut untuk tidak sekadar "menulis angka dan grafik" di buku, tetapi aktif mengajak ibu hamil membaca dan mendiskusikan satu per satu poin penting.
  • Modernisasi Format Digital: Pemerintah dan dinas terkait didorong mengembangkan Buku KIA versi aplikasi digital interaktif yang lebih ramah pengguna, lengkap dengan fitur pengingat (reminder) visual di ponsel.

Agenda

3 Maret 2026

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara bertempat di UTC Damhil

Universitas Negeri Gorontalo meluncurkan Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Universitas Ratu Samban meluncurkan Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Spesialis Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer

9 Februari 2026

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG

Yudisium Mahasiswa Sarjana Kedokteran, Profesi Dokter, dan Pelantikan Organisasi Mahasiswa di Lingkungan FK UNG dilaksanakan di UTC Damhil

22 September 2025

Workshop Designing a Framework for an Online Community Assistance Ecosystem to Assist Disabled Stroke Survivors and Caregivers in Accessing Health Service

Projek ini didanai oleh KONEKSI dan BRIN telah menyetujui projek ini dan akan di hadiri oleh Civitas Akademika FK UNG

16 Juli 2025

Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings by Subjects

Workshop tentang pemeringkatan secara Internasional, yang diikuti oleh 11 orang dosen sebagai perwakilan dari Fakultas Kedokteran